Taklukan Perhotelan, Philips Andalkan “Turnkey Project & Services”

Perlahan namun pasti, Philips bakal menghapus semua produk lampu pijar, halogen, TL dan lampu hemat energi CFL-nya menjadi lampu berbasis teknologi LED (light emitting diode). Khusus di Indonesia, produsen lampu asal Belanda ini mengawali kampanye penggunaan lampu LED mereka dengan membidik industri perhotelan.

Alasan Philips membidik industri perhotelan karena industri ini merupakan salah satu yang paling boros listrik. Penggunaan listrik terbesar di hotel-hotel yakni untuk keperluan AC dan pencahayaan.

“Nah, Philips berharap, semua hotel-hotel di Indonesia mau menggunakan lampu LED,” ujar Danny Gunadi, Professional Channel Marketing Manager Philips Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/3).

Menurut Danny, keunggulan lampu LED mampu menurunkan biaya penggunaan listrik per tahun hingga 80%. “Lampu dengan teknologi CFL juga hemat energi, namun mengandung merkuri, sedangkan LED sangat ramah lingkungan,” jelasnya.

Umur penggunaan LED juga lebih panjang. Jika lampu jenis lainnya maksimal hanya mampu tahan hingga tiga tahun, lampu LED kuat sampai 15 tahun. Keunggulan lain adalah lampu LED mudah dalam hal perawatan dan menawarkan desain yang lebih fleksibel.

Namun dibalik segala kelebihan lampu LED tersebut, mengganti kebiasaan pemakaian lampu pijar, halogen, TL dan CFL tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Harga lampu jenis ini berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 150 ribu, jauh lebih mahal dari lampu jenis lain.

Jika kendala untuk segmen rumahan ada di harga beli lampu LED yang lebih mahal, maka kendala di segmen building, termasuk perhotelan, lebih rumit lagi karena harus mengganti sistem pencahayaan secara keseluruhan. Mengganti sistem pencahayaan berarti membutuhkan biaya yang sangat besar. Disinilah Philips masuk untuk menawarkan solusi.

Solusi yang ditawarkan Philips yakni “Turnkey Project and Services”. Berupa kemitraan mulai dari audit energi, penyesuaian kebutuhan pencahayaan terpadu hingga perencanaan pembiayaan dan pemeliharaan.

Target dari Turnkey Project and Services adalah insudtri perhotelan di seluruh Indonesia. “Baik hotel yang baru akan dibangun maupun hotel yang sudah ada. Solusi ini menjadikan bangunan lebih ramah lingkungan dengan biaya yang lebih murah melalui pembiayaan dan manajemen proyek yang lebih mudah,” tambah Danny.

Sebenarnya solusi ini tidak dikhususkan bagi hotel saja, namun juga untuk perkantoran, mal, dll. Salah satu mall yang menggunakan jasa solusi dari Philips yakni Margo City, Depok. “Dalam tiga bulan, mall tersebut sudah bisa menghemat 50% pengeluaran listriknya,” katanya.

Sayangnya, Danny tidak mau menyebut hotel apa saja yang sudah menggunakan jasa solusi Turnkey Project and Services Philips.

“Untuk Turnkey Project and Services Philips saya tidak bisa mengatakan hotel mana saja yang sudah menggunakan jasa tersebut. Namun untuk yang sudah menggunakan sistem lampu LED antara lain Hotel Indonesia, kempinski Jakarta, Shangri-La Surabaya, FX-Lifestyle X’Nter Sudirman Jakarta, Mal Kota Kasablanka. Ada juga bangunan yakni Monas Jakarta dan Jembatan Suramadu Jawa Timur,” paparnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)