The Faceshop Manfaatkan Korean Wave untuk Pemasaran

Persaingan yang kian ketat di pasar kosmetik Tanah Air membuat pelaku usaha harus berjibaku dalam menjual produknya. Sejumlah strategi harus dipasang agar usaha bisa bertahan dan berkembang. Sebagai salah satu pemain, The Faceshop Indonesia pun memasang strategi dengan menghadirkan varian produk yang lengkap dan harga yang terjangkau. Satu lagi, perusahaan asal Korea ini pun memanfaatkan momentum Korean Wave yang sedang hangat di Indonesia dan dunia.

Kepada SWA Online, di Jakarta, akhir pekan lalu, Inge Meliana Samadi, General Manager The Faceshop Indonesia menyebutkan, “Variannya banyak banget. Jadi, kalau datang ke gerainya The Faceshop, itu kita bisa menemukan head to toe product. Dari kepala sampai kaki.”

Mengenai produk, ia menerangkan, produk The Faceshop tidak hanya menyasar kaum muda. Produk kecantikan dari negeri ginseng ini juga bisa dipakai oleh para orang tua. Selain itu, produk pun bisa digunakan oleh kaum adam dengan produk man care-nya.

“Sudah begitu lengkap, buat remaja, ibu-ibu sampai bapaknya ada. Jadi, begitu masuk ke gerainya The Faceshop itu seharusnya satu customer bisa menemukan complete product. Tinggal milih saja, mana yang kira-kira cocok,” jelas Inge.

Apalagi, dia menyebutkan, produk The Faceshop adalah produk yang berbahan alami dan berkualitas. Konsep ini pun dituangkan dengan tagline produk “natural story.” Dan, sekalipun berasal dari Korea, Inge menuturkan, produk ini cocok digunakan orang Indonesia. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara produk kosmetik Korea dengan Indonesia. “Apalagi orang tahu bahwa produk Korea berkualitas untuk perawatan kulitnya,” tegas dia.

Bahkan, kata Inge, kebanyakan masyarakat Asia, termasuk Indonesia, justru menjadikan kulit orang Korea sebagai patokan kulit yang cantik. “Inginnya punya kulit seperti wanita Korea karena mulus dan sebagainya. Dan jenis kulitnya orang Korea hampir sama dengan orang Indonesia,” terangnya.

Oleh sebab itu, apa yang dijual oleh The Faceshop Korea juga dipasarkan di Tanah Air. Setiap ada tren warna di Korea diikuti di Indonesia. Begitu pula dengan produk-produk perawatan kulitnya. Disebutkan Inge, produk The Faceshop yang dijual di Indonesia masih 100 persen diimpor dari Korea. Belum ada niatan perusahaan untuk memproduksi di Indonesia.

“Harga affordable-lah. Coba deh masuk ke toko kita. Nggak mahal kok. Jadi, pokoknya sesuai kantong kitalah,” kata Inge ketika ditanya mengenai harga produk.

Kini, penjualan produk The Faceshop tentunya terbantu dengan kian menjamurnya budaya Korea di masyarakat Indonesia. Orang Indonesia, juga dunia, kini semakin demam dengan musik dan film Korea. Perusahaan pun memanfaatkan momentum ini dengan menggelar acara, seperti K-Most Look Competition. Itu sebuah ajang kreativitas bagi penyuka gaya rias wajah K-Pop di Indonesia.

The Faceshop Indonesia menggelar K-Most Look Competition 2012

Oleh sebab itu, dari sisi penjualan produk, Inge mengklaim terus menanjak. Namun, ia enggan menyebutkan angka detailnya. Kini, The Faceshop pun sudah mempunyai 40 gerai di seluruh Indonesia. Ke depan, perusahaan akan menyasar kota-kota besar. Akan tetapi, kembali, Inge belum bisa menyebutkan kota yang menjadi sasaran perusahaan. “Yang pasti, fokus kami ke kota-kota besar yang  sangat suka dengan produk-produk Korea,” tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)