Tingkatkan Imun Tubuh dengan Terapi Ozon untuk Cegah Covid-19

Terapi Ozon

Berbagai cara dilakukan masyarakat agar terhindar dari Covid-19. Terlebih ketika kasus Covid-19 terus meningkat, bahkan saat ini pandemi sudah memasuki 8 bulan saat ini. Salah satunya Youth & Beauty Clinic yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan menghadirkan terapi yang diklaim bisa mencegah virus Corona. Layanan ini diberikan dengan protokol kesehatan yang ketat dengan pasien yang terbatas setiap harinya.

Mengutip situs Kemkes.go.id, jumlah kasus per Selasa sore, 20 Oktober 2020 mencapai 368.842 orang. Angka ini didapat karena penambahan pasien positif harian dalam 24 jam tercatat sebanyak 3.602 orang. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 293.653 orang sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Menurut dr. Gaby Syerly, M.Biomed (AAM), Pendiri dan juga Head of Doctor Youth & Beauty Clini, bisnisnya sepanjang pandemi ini menurun drastis. Tapi pihaknya tidak menyerah. "Pandemi ini membuat sektor ekonomi kembali menurun, terutama bisnis industri klinik kecantikan," ungkapnya tanpa menyebut penurunannya. Namun dalam menghadapi hal ini, lanjut Gaby, klinik justru meningkatkan pelayanannya dengan memberikan pelayanan wellness untuk membantu masyarakat dalam memproteksi diri sehingga memiliki imun yang kuat.

Gaby megatakan, kebutuhan masyarakat saat ini tentunya lebih utama ke wellness, karena masyarakat makin menyadari memiliki imun yang kuat didukung dengan mematuhi protokol kesehatan, bisa meminimalisir resiko tertular COVID-19. Menurutnya, selain makan dengan asupan gizi yang baik, ditambah dengan rutin minum vitamin setiap hari, pemberian vitamin C dosis tinggi serta multivitamin A-Z melalui pembuluh darah juga sangat membantu.

"Ada baiknya rutin secara berkala seminggu sekali. Tetapi harus tetap mengkonsumsi air mineral yang banyak setiap harinya," katanya. Gaby berpendapat, sambil menunggu adanya vaksin, ada salah satu terapi yang sudah digunakan di dunia kedokteran yang dapat menjadi opsi pilihan, yakni ozone therapy.

Ia mengungkapkan sebenarnya Ozone sudah diterapkan sebagai pengobatan dalam kedokteran gigi, dermatologi, penyakit menular akut dan kronis, dan pneumologi. "Terapi ozone baru-baru ini marak dibicarakan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi SARS-CoV-2, karena memiliki efek imunomodulator (memperbaiki sistem imun), anti inflamasi, dapat membunuh organisme-organisme tertentu/kuman, menghasilkan nitric oxide dan anti pembekuan darah," jelasnya.

Jadi intinya, ozone berpengaruh terhadap ACE receptor seseorang, sehingga orang tersebut lebih tidak mudah terinfeksi COVID-19, membantu memberikan efek proteksi terhadap kerusakan jantung. “Di klinik kami menyediakan terapi ozone sebagai salah satu alternatif pencegahan tertular virus corona sebelum vaksinnya ditemukan. Bisa dengan darah sendiri dicampur dengan ozone lalu dikembalikan lagi ke dalam tubuh atau dengan cairan Nacl dicampur dengan ozone saja lalu diinfuskan ke dalam tubuh.” jelas dr. Gaby.

Ia melanjutkan, selain itu bisa dikombinasikan dengan LLLT ( Low Level Laser Therapy) yakni “sel terapi” dengan energi rendah yang aman dalam mengobati berbagai penyembuhan penyakit. Agar hasilnya maksimal bisa dilakukan dalam waktu seminggu sekali namun tidak bisa dilakukan secara bersamaan tapi secara bergantian.

Namun demikian, dr. Geby tetap menyarankan agar kita rutin mengecek dengan serologi test atau Swab PCR untuk memastikan kita tidak terinfeksi covid-19. "Kami melayani dengan jumlah pasien dibatasi, harus dengan perjanjian, karena dokter kami pun terbatas. Ini demi menjaga keselamatan pasien, pegawai dan dokter kami. Cek suhu tubuh wajib dilakukan, bagi semua yang masuk ke kliik kami. Kami juga melayani home service PCR Swab test  yang bekerja sama dengan Kalgen Innolab," kata dr. Gaby.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)