SMF Jalin Kerjasama dengan Kementerian PUPR, Asbanda dan 7 BPD

DSC09425

PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, kembali menunjukkan komitmen dan kontribusinya dalam Program Sejuta Rumah, dengan melakukan tiga jalinan kerjasama dengan beberapa lembaga untuk meningkatkan kapasitas penyaluran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) di Singosari Room, Hotel Borobudur. Kerjasama tersebut dilakukan demi mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tiga jalinan kerjasama tersebut yaitu, pertama : Kesepakatan Bersama antara SMF, dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), mengenai “Peningkatan Kapasitas Penyaluran Kredit Pemilikian Rumah (KPR) dan Sumber Pembiayaannya untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD)”. Kesepakatan Bersama tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus, dan Ketua Umum Asosiasi Bank Pembanginan Daerah (Asbanda), Kresno Sediarsi.

Kesepakatan tersebut meliputi, sosialisasi program perumahan dan program pembiayaan perumahan kepada BPD, pendidikan dan pelatihan SDM (Sumber Daya Manusia) di lingkungan BPD, pemberian bantuan teknis pengembangan KPR BPD dengan koordinasi para pemangku kepentingan terkait, peningkatan kapasitas penyaluran dan pengadaan sumber pembiayaan KPR BPD, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kesepakatan.

Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, mengatakan bahwa nantinya implementasi penandatanganan kesepakatan kerjasama tersebut akan membuahkan pedoman standar KPR yang dapat digunakan oleh BPD dalam menyalurkan KPR, pelatihan dan sumber pendanaan jangka panjang untuk BPD.

Kerjasama kedua yakni Penandatanganan Perjanjian Pinjaman (Refinancing) KPR, dengan tiga BPD, yaitu Bank Kalbar, Bank Nagari, dan Bank Sumut, untuk KPR Umum dan FLPP. Perjanjian refinancing tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, Direktur Utama Bank Nagari, Suryadi Asmi, Direktur Utama Bank Sumut, Edie Rizliyanto dan Perwakilan dari Manajemen Bank Kalbar.

Dalam kesempatan yang sama SMF juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait Program Peningkatan Kapasitas Penyaluran Kredit bersama Empat BPD, yaitu BPD Bali, Bank Riau Kepri, Bank Sulselbar, dan Bank NTT. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, Direktur Utama BPD Bali, I Made Sudja, Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustar, Direktur Utama Bank Sulsesbar, Muhammad Rahmat, dan Direktur Utama Bank NTT, Daniel Pola Moto Dimu Tagu Dedo.

Hadir menyaksikan seremonial penandatangan tersebut Menteri Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat, Basoeki Hadimoeljono dan Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI, Sonny Loho. Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari acara “Seminar Nasional Dalam Rangka Percepatan Penyaluran KPR BPD Melalui Kerjasama Kementerian Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat, dengan SMF dan Asbanda dalam Mendukung Program Satu Juta Rumah” yang digelar oleh SMF.

Direktur Utama, SMF, Raharjo Adisusanto, mengatakan bahwa rangkaian kerjasama tersebut merupakan upaya SMF untuk mendukung Program Satu Juta Rumah, dengan meningkatkan kapasitas penyaluran KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui BPD. Dalam hal ini SMF telah menunjukkan langkah sigapnya merespon semakin tingginya demand akan kebutuhan rumah yang layak huni, serta dukungannya Program Satu Juta Rumah yang sejatinya memerlukan dana yang besar.

Menurut Raharjo Adisusanto, sebagai Bank Daerah, BPD mempunyai kelebihan untuk menjadi penyalur utama di daerahnya, BPD cenderung dapat lebih spesifik dan mengenal karakteristik masyarakat di daerahnya masing-masing. Tingginya minat akan perumahan, merupakan pangsa pasar yang besar bagi BPD, khususnya dalam memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak. “Hal ini sesuai dengan visi misi transformasi BPD, untuk itu kami siap membantu BPD dengan penyediaan dana jangka panjang dan peningkatan kapasitas,” tegasnya.

Raharjo menambahkan bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah memerlukan angsuran yang terjangkau dengan jumlah yang tetap, hal tersebut dapat dicapai dengan dua hal, yaitu dengan menggunakan dana jangka panjang, sehingga tenor pinjaman menjadi panjang. Dan , tingkat suku bunganya tetap sehingga angsurannya tetap (tidak bertambah). “Disinilah SMF menunjukkan kontribusinya sebagai BUMN pembiayaan sekunder perumahan dengan memberikan pinjaman Bunga Tetap Jangka Panjang (BTJP),” ucapnya .

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)