Tokopedia Gandeng Bareksa Pasarkan Reksadana Online

 

Tokopedia bekerja sama dengan  PT Bareksa Portal Investasi untuk memasarkan penjualan reksadana secara online. Presiden Direktur PT Bareksa Portal Investasi, Ady F Pangerang, menjelaskan, melalui kerja sama ini, kini masyarakat dapat membeli reksadana Syailendra Pasar Uang di marketplace  Bareksa melalui platform Tokopedia.

"Produk tersebut memiliki potensi keuntungan 6-7 persen per tahun. Juga, dapat dicairkan kapan saja dant langsung cair di hari yang sama seperti produk tabungan. Saldo reksadana di TokoCash bisa digunakan untuk berbelanja produk-produk di Tokopedia. "Melalui kerja sama ini, Bareksa memperluas penetrasi pasar dan pengembangan inovasi digital, terutama di industri e-commerce," ujarnya.

Melissa Siska Juminto, Direktur Pengelola Tokopedia, menjelaskan, hadirnya reksadana online di Tokopedia bertujuan untuk mendorong masyarakat dalam berinvestasi. Menurutnya, kemauan dan kemampuan berinvestasi menjadi tahap penting dalam meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Ia berharap dengan kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, Toppers (pengguna Tokopedia) bisa lebih tergerak untuk memulai dan mengembangkan investasinya. "Ini merupakan bentuk dukungan Tokopedia dalam pengembangan inklusi keuangan berbasis inovasi digital," jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja industri reksadana sepanjang tahun 2017 cukup cemerlang. Jumlah reksa dana tahun lalu naik menjadi 1.777 produk dibandingkan 2016 yang sebanyak 1.425 produk. Nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana pada 2017 juga melonjak 35% menjadi Rp 457,5 triliun dari Rp338,7 triliun di 2016. Tidak berbeda jumlah unit penyertaan (UP) beredar sepanjang 2017 tercatat Rp324,2 miliar, atau naik 35% dari 2016 yang sebanyak Rp240,2 miliar. Nilai subscription naik 10% menjadi Rp386,5 triliun pada 2017.

Data OJK menyebut jumlah reksa dana pasar uang konvensional per-29 Desember 2017 sebanyak 132 produk atau naik 19% dari 2016. NAB reksa dana konvensional pada tahun lalu tercatat Rp49,8 triliun atau melonjak 74,5% dibandingkan 2016. Tidak berbeda jumlah reksa dana pasar uang syariah juga melonjak 73% jadi 26 produk dan NAB meroket 80 persen jadi Rp2,05 triliun.

“Pertumbuhan dana kelolaan di reksa dana pasar uang merupakan yang terbesar dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Hal ini mempertegas pola simpanan masyarakat yang mulai memilih reksa dana pasar uang sebagai alternatif investasi mengantisipasi penurunan bunga deposito,” tambah Ady.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!