Torabika Revitalisasi Warung Kopi

Pemberian piagam kemitraan antara Torabika dengan Bandung Creative City Forum, di Hotel 101, Bandung (7/11). Pemberian piagam kemitraan antara Torabika dengan Bandung Creative City Forum, di Hotel 101, Bandung..

Untuk memperingati Hari Cappuccino Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 November, Torabika memanfaatkan momen ini untuk membantu usaha kecil menengah dengan merevitalisasi warung-warung kopi. Program ini bertujuan untuk memberi pengalaman pada masyarakat minum kopi ala kafe namun di warung kopi sederhana.

Menurut Cynthia Hosiana, Brand Manager Torabika Cappuccino, varian Torabika Cappuccino yang telah ada selama 12 tahun ini berkomitmen untuk merevitalisasi warung-warung kopi sederhana di 12 kota besar Indonesia.

Dengan masing-masing kota terdapat 10 hingga 15 lokasi warung kopi strategis yang menjadi ruang berkumpul anak muda. “Kami ingin menghadirkan pengalaman kopi ala kafe kepada siapa saja, serta berkontribusi dalam kemajuan generasi muda untuk mengasah kreativitas atau berdiskusi yang sering dilakukan di tempat minum kopi,” ujar Cynthia di Bandung.

Salah satu warung kopi yang direvitalisasi berlokasi di Jl. Gelap Nyawang di sekitar kampus ITB, Bandung. Alasan untuk merevitaliasi warung kopi yang telah berdiri selama 13 tahun ini adalah lokasi yang strategis dan ramai dikunjungi oleh anak-anak muda. Tempat ini menjadi pilot project bagi Torabika untuk membaharui tempat-tempat kopi sederhana yang akan berlangsung selama satu tahun ke depan.

Riza Rahman, Marketing Manager Torabika, mengatakan investasi kepada warung-warung kopi yang direvitalisasi sebesar Rp 10 juta per lokasi. “Ini memberi kesempatan bagi masyarakat agar minum kopi dengan nyaman tidak harus selalu di kafe. Dan menjadi wadah positif bagi anak muda untuk menghasilkan ide atau karya di warung kopi,” katanya.

Warung kopi ala kafe di Jl. Gelap Nyawang, Bandung. Warung kopi ala kafe di Jl. Gelap Nyawang, Bandung.

Adapun Torabika juga bermitra dengan Bandung Creative City Forum (BCCF), sebuah organisasi lintas komunitas kreatif yang telah berdiri sejak tahun 2008. Dwinita Larasati, Sekjen BCCF mengungkapkan, “BCCF sangat mendukung inisiatif dari Torabika Cappuccino yang menjadikan warung kopi sederhana menjadi ruang memadai bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui kegiatan workshop ataupun diskusi.

"Kami menyambut inisiatif positif ini dengan menjadi mitra Torabika untuk bersama-sama mengembangkan semangat anak muda di Bandung dengan berbagai kegiatan yang akan dilakukan sepanjang tahun 2016," ujarnya.

Puncak perayaan Hari Cappuccino Sedunia akan diselenggarakan di Bandung dengan menghadirkan cappuccino ala kafe di Monumen Perjuangan bagi 7.000 orang pecinta kopi. Sementara selama satu bulan ini akan dibagikan Torabika Cappuccino gratis kepada 1 juta orang di 12 kota besar Indonesia.

Sementara itu, Cynthia Hosiana mengklaim bahwa varian Torabika Cappuccino memberikan kontribusi sebesar 20 persen dari total revenue PT Torabika Eka Semesta. Sementara market share Torabika untuk jenis kopi cappuccino sachet adalah sebesar 37 persen. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)