Trade Expo Indonesia, Etalase Produk-Produk Nasional

Pameran perdagangan Trade Expo Indonesia (TEI) kembali bergulir. Hari ini, Rabu (16/10/2013), TEI 2013 resmi dibuka oleh Wakil Presiden, Boediono. Pameran ini diadakan untuk memperlihatkan beragam produk Indonesia kepada masyarakat nasional dan internasional. Sebagai hasil akhir, tentu diharapkan ada transaksi perdagangan antara pengusaha dengan para buyers.

"Trade Expo Indonesia memiliki peran dan fungsi yang penting bagi negara. Melalui Trade Expo Indonesia, para produsen nasional diberikan media untuk menampilkan produk terbaiknya kepada para pembeli internasional," ujar Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, dalam acara pembukaan TEI 2013, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

gita wirjawan

TEI tahun ini, kata dia, diselenggarakan dalam situasi ekonomi dunia yang belum kondusif. "TEI yang ke-28 diadakan di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih di ambang ketidakpastian. Namun, kita tetap memandang optimis ke depan bahwa keadaan ini pada suatu saat akan berakhir," lanjutnya.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, tak tinggal diam. Kementerian terus berupaya melakukan inovasi dalam mengembangkan berbagai kegiatan promosi. Diharapkan dari kegiatan promosi yang dilakukan bisa memberikan dampak yang berarti bagi perekonomian Indonesia.

Salah satu bentuk kegiatan promosi produk Indonesia adalah TEI. Pameran perdagangan ini ibarat sebuah etalase yang berisi beragam produk Indonesia yang berkualitas. "Seperti tahun-tahun sebelumnya, TEI kembali menampilkan produk-produk unggulan Indonesia, antara lain, produk otomotif, peralatan kesehatan dan obat-obatan, makanan minuman, dan produk lainnya. Dalam bidang jasa, TEI juga menampilkan tenaga kerja terlatih baik di bidang pertambangan, konstruksi atau surveyor. Namun, pada tahun ini kami menampilkan produk spesial, yaitu rumah adat Palembang, yang telah berhasil diekspor ke negara India dan Iran," sebut Gita.

trade expo indonesia

Jumlah pengusaha nasional yang ikut sebagai peserta pameran yang berlangsung selama tanggal 16-20 Oktober ini diperkirakan akan mencapai sekitar 2.000 pengusaha. Mereka terdiri dari UKM, koperasi, perusahaan besar, dan BUMN. "Tahun ini TEI mengusung tema 'Trade with Remarkable Indonesia.' Kami ingin memperlihatkan negara Indonesia memang kaya akan sumber alam dan sumber daya manusia yang handal."

Di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit, para buyers yang sudah mendaftarkan diri untuk hadir di TEI tahun ini ternyata membengkak. Gita menuturkan, "Jumlah buyers yang sudah daftar sekitar 9.300 buyers dari 106 negara. Yang menunjukkan kenaikan sekitar 90 persen dibandingkan yang hadir tahun 2012."

Mengenai target transaksi dagang, ia menuturkan, diharapkan transaksi bisa mencapai sekitar US$ 2 miliar. Dan dalam lima tahun terakhir, data menunjukkan bahwa transaksi hasil TEI meningkat rata-rata sekitar 42,5 persen.

"Kami menyadari ini target yang cukup ambisius, namun kami tetap optimistis target ini akan tercapai karena ini merupakan target yang tidak jauh dari target yang kami capai di 2012," tegas dia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)