UOB Targetkan 30 Ribu Pemegang Privi Miles

IMG_5158

Menurut Harianto Gunawan, Senior Business Development Leader Visa, di tahun 2015 persentase orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri mengalami peningkatan sebesar 33%. Hal ini menunjukkan bawa perjalanan wisata semakin menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Melihat peluang ini, PT Bank UOB Indonesia (UOBI) meluncurkan kartu kredit terbarunya, UOB Privi Miles yang dirancang khusus untuk masyarakat Indonesia yang gemar berwisata. Irwan Tisnabudi, Senior VP Business Head Unsecured Business UOB Indonesia, menjelaskan, di tahun 2015 transaksi kartu kredit di luar negeri menyumbangkan kontribusi sebesar 14%, dengan nilai transaksi Rp 800 miliar atau naik 5% dari tahun lalu.

Dari kontribusi  14% tersebut, 46-50% nya berasal dari transaksi di Singapura. Secara total, nilai transaksi UOB Indonesia selama 2015 mencapai lebih dari Rp 6 triliun. Di industri kartu kredit Indonesia, pangsa pasar UOB Indonesia sekitar 22%. Berikut ini petikan wawancara SWA Online dengan Irwan Tisnabudi.

Berapa pertumbuhan kartu kredit UOB Indonesia di tahun 2015?

Tahun 2015 lalu kami tumbuh 20%. Persentase ini sesuai dengan apa yang kami targetkan. Hal ini dikarenakan kami melakukan akuisisi pemegang kartu baru secara agresif karena jumlah kartu kredit UOB masih relatif kecil jadi kami memang harus tumbuh. Di Singapura, jumlah kartu UOB ada sekitar 1,7 juta kartu. Di Indonesia sendiri kami berkomitmen sekali dengan kartu kredit sehingga secepatnya kami bisa tumbuh ke angka 500 ribu kartu.

Berapa jumlah kartu kredit UOB Indonesia yang beredar saat ini?

Saat ini jumlah kartu kredit UOB yang beredar sekitar 350 ribu kartu. Tahun depan kami targetkan tumbuhnya 20-25%

Apa kelebihan dari Privi Miles?

Positioning kami di Privi Miles ini sebagai miles card. Kami memberikan kemudahan kepada nasabah untuk mendapatkan air miles. Dibandingkan kartu lain yang harus bertransaksi minimal Rp 15 ribu untuk 1 miles, di Privi Miles nasabah hanya perlu bertransaksi Rp 3.500 di luar negeri dan Rp 7.000 untuk mendapatkan 1 miles.

Dengan lebih mudah mendapatkan air miles, nasabah akan termotivasi untuk terus menggunakan kartu ini sehingga trip mereka berikutnya bisa gratis

Kedua kami memberikan 4.500 miles secara cuma-cuma bagi nasabah yang baru mendaftar Privi Miles. Mereka cukup bertransaksi sebesar Rp 5 juta selama 3 bulan.

Kemudian kami menawarkan program-program yang menarik. Bekerja sama dengan Japan Airlines, pemegang kartu ini bisa mendapatkan tiket pulang pergi Jakarta-Jepang-Jakarta hanya Rp 3.999.000.

Kedepannya kami akan fokus dengan program-program dengan maskapai penerbangan, penjualan tiket, dan hal-hal yang berhubungan dengan traveling seperti hotel, restoran, koper, dan lain-lain.

Mengapa memilih Jepang?

Kami memilih Jepang karena pertumbuhan transaksi di sana yang paling tinggi, lebih dari 40%. Pertumbuhan transaksi yang tinggi juga terjadi di Prancis sekitar 10-15%.

Siapa saja merchant yang sudah diajak bekerja sama?

Untuk maskapai penerbangan, kami bekerja sama dengan Singapore Airlines, Garuda Indonesia, dan Air Asia. Ketiga maskapai itu kami pilih karena di segmen yang kami bidik ini penukaran air miles lebih banyak di tiga maskapai tersebut. Untuk online partner, kami sudah punya 26 merchant yang bekerja sama dengan kami antara lain Agoda, Pegipegi, Nusatrip, Traveloka, dan lain-lain.

Siapa target pasarnya?

Untuk Privi Miles, kami bermain di segmen premium. Target kami adalah pemegang kartu yang limitnya lebih dari Rp 50 juta.

Bagaimana strategi pemasaranya?

Kami ada 2 channel, regular dan corporate. Untuk yang reguler, kami cross selling ke nasabah yang sudah ada. Kami punya privileged banking, itu yang akan kami cross selling dengan Privi Miles karena nasabah privileged banking kami banyak melakukan perjalanan wisata sehingga karti kredit ini sangat cocok dengan karakteristik mereka.

Di corporate channel, banyak sekali nasabah-nasabah corporate kami yang limitnya lebih dari Rp 50 juta lebih sering lagi berpergian.

Merchant-merchant mana yang memiliki transaksi kartu kredit tertinggi?

Fesyen masih menjadi yang tertinggi sekitar 20,7% karena ketika orang ke luar negeri pasti tidak lupa belanja. Lalu kesehatan 13,9%, hotel dan akomodasj 13,1%, ritel 8,5% dan department store 8,1%.

Berapa target pemegang kartu Privi Miles tahun ini?

Kami menargetkan 20-30 ribu pemegang kartu tahun ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)