Upaya Bank BTN untuk Tetap Menjadi Jawara KPR

Tahun ini untuk ketiga kali Bank BTN menyelenggarakan BTN Property Expo. Dibanding tahun sebelumnya, pameran yang digelar di JCC Hall B, Jakarta sekaligus untuk memperingati HUT BTN yang ke 63 tahun  dan merupakan ajang pameran terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan menggunakan Hall A dan B, dari pameran yang digelar 2-10 Febuari 2013 menargetkan transaksi sekitar Rp 1 triliun, sedangkan tahun lalu, nilai transaksinya sekitar Rp 500 miliar.

Maryono, Dirut BTN

Menurut Maryono, Direktur Utama Bank BTN, dengan tema `Pesta KPR BTN Menuju Keluarga Sejahtera’ dalam pemeran yang diikuti sekitar 218 developer  menyajikan lebih dari 400 proyek perumahan, dari rumah subsidi, menengah maupun mewah dengan harga mulai Rp 65 juta hingga miliaran rupiah, dan didominasi oleh proyek-proyek perumahan  yang tersebar di Jabodetabak. “Ini sebagai wujud komitmen dan konsistensi Bank BTN dalam melakukan pembiayaan perumahan. Berbeda dengan pameran perumahan lainnya, pameran ini hanya diikuti oleh satu bank dan banyak developer, tetapi pameran lainnya biasanya diikuti oleh banyak bank dan banyak developer,” kata Maryono.

Melalui pameran ini, tambah Maryono masyarakat akan banyak mendapat fasilitas dan kemudahan untuk mengajukan KPR dan KPA selama pameran berlangsung. Berbagai kegiatan promosi juga dilakukan dari promo seperti memberikan jangka waktu kredit hingga 25 tahun, suku bunga 7,49% fix selama 2 tahun pertama, uang muka 10% untuk rumah dengan luas bangunan kurang dari 70 meter persegi, bebas biaya administrasi, diskon provisi 50% dan diskon biaya asuransi 40%. Selain itu Bank BTN juga memberikan one day service dalam pelayanan KPR.

Sebagai komandan baru  Bank BTN yang diangkat 28 Desember lalu, Maryono berpendapat bahwa kebutuhan rumah di Indonesia rata-rata sekitar 800 ribu unit, tapi yang bisa direalisasi baru sekitar 400 ribu unit. Hal ini sebagai indikasi bahwa potensi market perumahan besar dan masih bisa terserap oleh masyarakat yang membutuhkan rumah. Bahkan secara kumulatif sejak tahun 1974 Bank BTN telah memberikan KPR lebih dari 3,1 juta orang di seluruh Indonesia. “Kami sebagai market leader di bidang KPR dengan menguasai market share KPR sekitar 25%, sedangkan untuk KPR subsidi market share BTN hingga 98%,” kata Maryono.

Diakui Maryono, hingga saat ini portofolio Bank BTN 86% di perumahan, sedangkan sisanya 14% untuk non perumahan. Bila tahun lalu komposisi KPR subsidi (45%) dan KPR non subsidi (55%), tapi tahun ini KPR subsidinya akan ditingkatkan komposisinya menjadi 60%-65%, sedangkan sisanya untuk KPN non subsidi (35%-40%).

Setyo Maharso, Ketua Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI), menambahkan sangat wajar bila pameran kali ini nilai transaksi yang ditargetkan sekitar Rp 1 triliun. Karena untuk Sabtu dan Minggu bisa terjadi transaksi sekitar Rp 200 miliar/hari, sedangkan hari biasa (Senin-Jum’at) bila ditotal nilai transaksinya akan mencapai Rp 200 miliar. Apalagi saat ini produk yang diminati umumnya berkisar dari Rp 200 juta-600 juta.

Berbagai upaya dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas proses dan infrastruktur antar lain dengan peningkatan layanan kredit dengan pola 1-5-1 (1 hari persetujuan kredit, akad kredit paling lambat 5 hari dan 1 hari transfer dana hasil realisasi kredit) dan implementasi iLoan untuk mempercepat proses kredit. Dalam 3 tahun terakhir Bank BTN telah menambah lebih dari 400 kantor layanan, hingga akhir tahun lalu Bank BTN memiliki 3.678 kantor layanan, termasuk 2.922 outlet Kantor Pos. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)