Upaya Bank Mandiri Wujudkan Keuangan untuk Semua Rakyat

Bank Mandiri berkomitmen membantu pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan, atau keuangan untuk semua masyarakat. Buktinya, hari ini, Selasa (26/2/2013), di Jakarta, bank BUMN tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan di industri keuangan dan perbankan nasional juga internasional dalam acara The International Financial Inclusion Forum (IFIF) 2013.

Bank Mandiri menggelar acara The International Financial Inclusion Forum (IFIF) 2013.

Zulkifli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri, mengatakan, melalui kegiatan ini, Bank Mandiri ingin menggugah kesadaran pemerintah, para pelaku, serta agen perbankan mengenai pentingnya inklusi keuangan di Indonesia, yang bisa berperan mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Tanah Air.

“Jika jumlah unbanked people dapat dikurangi secara signifikan, maka ini dapat mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan yang tercermin dari optimalnya kontribusi perbankan terhadap perekonomian nasional,” jelas Zulkifli.

Bertempat di Hotel Ritz Carlton, IFIF dihadiri sekitar 200 orang, yang terdiri dari pemerintah, legislator, pelaku bisnis, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan. Diharapkan, kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari ini bisa membahas suatu solusi yang nyata dalam mendukung pengembangan inklusi keuangan di Tanah Air. Mengingat masih banyak masyarakat yang belum terjamah oleh layanan perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya.

Berdasarkan data Global Financial Inclusion Index 2012 Bank Dunia, baru ada sekitar 20 persen dari penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun yang menikmati akses jasa keuangan. Angka ini lebih kecil dibandingkan China yang sudah mencapai 64 persen, dan India dengan 35 persen.

Bisa dilihat juga dari jumlah rekening bank per 1.000 penduduk usia dewasa di Indonesia yang hanya mencapai 505 rekening. Sementara, di Malaysia sudah mencapai 2.063 dan di Thailand dengan 1.449. Kondisi yang sama juga terjadi di segmen kredit, di mana rekening kredit per 1.000 penduduk usia dewasa baru mencapai 197 di Indonesia. Di Malaysia tercatat sudah di angka 964, sedangkan di Thailand sebanyak 272.

Karena itu, Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan, akses keuangan di Indonesia harus segera ditingkatkan karena memiliki peranan penting dalam mendorong perekonomian. “Untuk meningkatkan akses keuangan di Indonesia, pemerintah pusat dan lembaga keuangan harus berupaya sedemikian rupa agar akses keuangan menjadi agenda nasional,” tutur Muliaman.

Sementara itu, Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, berpendapat, kelompok masyarakat ekonomi kelas bawah akan menjadi kelompok masyarakat yang potensial mendapatkan akses jasa layanan keuangan di masa mendatang. Dahlan menyebutkan, “Kemajuan teknologi saat ini juga semakin cepat menjangkau masyarakat kelas bawah.”

Bukan hanya menggelar IFIF, Bank Mandiri juga menunjukkan komitmennya dalam inklusi keuangan dengan penerapan program percontohan branchless banking di Bali melalui anak perusahaannya, Bank Sinar Harapan Bali. Melalui program ini, bank tersebut memberikan jasa perbankan kepada para nasabah yang sebelumnya tidak menggunakan jasa perbankan melalui layanan Sinarsip.

Melalui layanan Sinarsip, bank berhasil mendapatkan sekitar 2.500 nasabah baru hingga akhir 2012. “Kami terus mengembangkan branchless banking di Bank Sinar Harapan Bali karena kami percaya efek ganda yang dihasilkan oleh program ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha dan ekonomi masyarakat lokal,” tandas Zulkifli. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)