Tips Membangun Branding untuk Meningkatkan Loyalitas Konsumen

PR Corner Building & Managing Your Brand. (narasumber-tengah) Roger van Tongeren, General Manager of Marketing and Communication dan Yuswohady, Managing Partner Inventure PR Corner Building & Managing Your Brand. Roger van Tongeren, General Manager of Marketing and Communication Starbucks Indonesia dan Yuswohady, Managing Partner Inventure

Your best salesman is your customer,” kata Yuswohady, Managing Partner Inventure dalam acara talk show "PR Corner Building & Managing Your Brand" yang digelar LSPR. Menurutnya, perusahaan penting untuk memperhatikan bagaimana cara mem-branding produknya ke konsumen. Kegiatan untuk memperkenalkan sebuah brand tidak lepas dari adanya peran Public Relation (PR), tidak hanya memperhatikan sisi packaging tetapi juga membangun reputasi perusahaan tersebut.

Melihat begitu pentingnya peran PR dan branding, LSPR mengadakan sebuah talkshow bernama PR Corner yang disiarkan secara live melalui radio hasil kerja sama LSPR dengan Lite FM. Acara yang diadakan setiap Senin dari pukul 20.00 -`21.00 WIB tersebut merupakan konsep acara khusus dimana mengusung konsep talkshow dengan mengundang lebih dari satu narasumber.

Ditemui saat mengisi acara tersebut, Yuswohady ini menjelaskan mengenai “Building & Managing Your Brand”.  Untuk membangun sebuah brand dapat dikaitkan dengan equity. Selain itu,  agar brand tersebut kuat dan dikenal luas oleh konsumen, maka ada tahap-tahap yang harus dilakukan oleh perusahaan.

“Pertama perusahaan harus melakukan apa yang disebut brand awareness. Konsumen harus dikenalkan terlebih dulu dengan brand yang dimiliki, tidak bisa langsung penetrasi begitu saja. Setelah konsumen tahu brand, mulailah perusahaan melakukan brand association. Ketiga, loyalty dan terakhir adalah advokasi,” kata pria yang sudah menulis 50 buku tentang marketing.

Sebuah perusahaan pasti ingin produknya dikenal secara luas baik produk baru maupun produk lamanya. Oleh karena itu perusahaan harus memenuhi syarat agar tujuan tersebut tercapai, yaitu dengan aktif di media dan memilik positioning.

Menurut Yuswohady,  membangun positioning bukan pekerjaan jangka pendek, butuh 10-20 tahun untuk melakukannya. Sedangkan untuk peran media, ia menuturkan bahwa tujuan perusahaan akan produk yang dihasilakn harus disesuaikan dengan branding campaign yang akan dilakukan.

Media televisi masih menjadi media yang kuat untuk membangun awareness. Sedangkan jika perusahaan ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen, WOM dan social media efektif untuk digunakan.

Pendapat tersebut didukung oleh Roger van Tongeren, General Manager of Marketing and Communication Starbucks. Menurut pria asal Belanda ini, pengalamannya mengelola Starbucks, jika memiliki passion di bidang marketing, maka akan semakin mudah melakukan branding.

“Kopi sudah menjadi lifestyle di Indonesia, oleh karena itu Starbucks berusaha melakukan branding agar konsumen kami semakin merasa bahwa pelayanan dan kami semakin baik, selain itu juga untuk meningkatkan kepercayaan mereka. Salah satu cara yang kami lakukan adalah re-branding logo dan membuat design layout batik pada cup,” katanya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)