UTS Insearch Luncurkan Program Pathway

Banyaknya minat belajar ke Australia dari masyarakat Indonesia, namun terkendala oleh berbagai hal baik kondisi personal calon mahasiswa hingga finansialnya, ternyata menjadi peluang tersendiri bagi University of Technology Sydney (UTS) untuk memberikan fasilitas premium persiapan studi ke UTS di Indonesia.

Mariam Kartikatresni (kiri), Direktur Pengembangan Indonesia untuk UTS Insearch Mariam Kartikatresni (kiri), Direktur Pengembangan Indonesia untuk UTS Insearch

Hal tersebut disampaikan oleh Mariam Kartikatresni, Direktur Pengembangan Indonesia untuk UTS Insearch,  yang hadir saat peluncurkan perdana jalur pendidikan (pathway) program ke UTS di Indonesia.

Sebelum menggarap pasar Indonesia, UTS Insearch terlebih dahulu sudah aktif di beberapa negara ASEAN dan China. Mulai Juli 2016 nanti, program Engineering Pathway akan mulai dibuka di Jakarta.

"Karena program ini perdana di Indonesia, maka kami mengajak Uni Sadhu Guna International College (UIC) yang sudah berpengalaman puluhan tahun dalam memberikan layanan pendidikan ke luar negeri di Indonesia," jelas Mariam pada awak media di Jakarta.

Mariam menjelaskan, lewat program Pathway tersebut, calon mahasiswa sebelum melanjutkan pendidikan ke UTS di Sydney Australia dapat merasakan akses langsung pendidikan kelas dunia di Jakarta yang diakui secara internasional di Indonesia.

Senada dengan Mariam, Ario Muliawan, Direktur Akademik untuk UIC, menjelaskan lewat program Pathway tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan ke tahun ke dua di UTS dan menyelesaikan gelar sarjana S1.

Salah satu keunggulan program Pathway ini adalah lebih efektif secara finansial dan hemat mencapai 50% di banding belajar langsung ke Australia. Apalagi, living cost di Sydney yang lebih mahal dibanding di Jakarta atau sekitar US$ 1.000-1.500 per bulan.

"Biasanya untuk persiapan yang langsung ditempuh di Australia bisa menghabiskan dana sebesar Rp 250 juta, lewat program dari kami hanya Rp 106 juta," jelas Ario

Syarat usia minimun dari peserta program ini adalah 17 tahun dan harus sudah menyelesaikan jenjang SMU kelas 3 dengan nilai rata-rata 70% untuk mata pelajaran akademis atau sudah lulus UIC Foundation Studies.

Perlu diketahui, UIC adalah unit usaha dari Uni Sadha Guna, sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Persaudaraan Bangbayang '66 (YPB '66). Sejak dibuka UIC College tahun 2006, rata-rata sejumlah 40-50 mahasiswa telah dikirim ke luar negeri untuk belajar, khususnya ke Australia dengan jumlah keseluruhan mahasiswanya mencapai 3.000 orang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)