Varian Baru Big Mac untuk Mempertahankan Loyalitas Pelanggan

Pembuatan Burger McDonald's Untuk mempertahankan kepuasan konsumen salah satunya dengan menyediakan produk-produk yang sesuai harapan konsumen. McDonald's memiliki beberapa menu andalan. Tapi untuk konsumen Indonesia, paket dengan ayam menjadi menu favorit bukan menu burger-nya.

Padahal di luar negeri, Big Mac menu burger yang menjadi menu andalan McDonald’s merupakan menu favorit konsumennya. Sutji Lantyka, GM Komunikasi McDonald's Indonesia, mengatakan agar menu Big Mac menjadi menu pilihan utama konsumen di sini selain paket nasi dengan ayam, McDonald's meluncurkan dua varian baru Big Mac.

Dua varian baru menu Big Mac yaitu Mega Mac dan Mini Mac diluncurkan sejak tanggal 14 September lalu. Sebagaimana namanya, Mini Mac adalah versi mini dari Big Mac, sementara Mega Mac adalah versi Big Mac yang lebih besar.

Big Mac adalah burger khas McDonald’s yang berisi 2 lembar daging sapi, dilengkapi dengan keju, selada, acar, bawang bombai dan saus Big Mac yang disajikan dalam setangkup roti berwijen. "Sementara itu, Mini Mac hanya berisi selembar daging sapi, sedangkan bahan-bahan lainnya sama seperti Big Mac. Mini Mac sangat cocok untuk mereka yang terbiasa makan dalam porsi kecil. Sedangkan Mega Mac adalah versi besar dari Big Mac. Jika Big Mac berisi 2 lembar daging sapi, maka Mega Mac berisi 4 lembar daging sapi, sedangkan bahan lainnya sama seperti Big Mac," jelasnya.

Menurut wanita yang akrab disapa Echi ini, Mega Mac sangat cocok untuk mereka yang menginginkan kepuasan yang maksimal. Semuanya dilengkapi dengan saus Big Mac, yaitu saus berbahan rahasia McDonald’s yang memang diciptakan khusus hanya untuk burger Big Mac. Rasanya sangat khas dan hanya dapat ditemui di McDonald’s.

Big Mac diciptakan pertama kali oleh Jim Delligatti, salah seorang pemilik franchise McDonald’s yang mengoperasikan sejumlah restoran McDonald’s di wilayah Pittsburgh, Amerika Serikat. Big Mac pertama kali dijual pada tahun 1967 di restoran McDonald’s milik Jim Delligatti di Uniontown, Pennsylvania, Amerika Serikat. Sempat berganti nama hingga 2 kali sebelum menjadi Big Mac, nama Big Mac sendiri diciptakan oleh Esther Glickstein Rose, salah seorang sekretaris di kantor pusat McDonald’s Corporation di Oakbrook, Illinois, Amerika Serikat yang ketika itu baru berusia 21 tahun. Big Mac kemudian terbukti digemari, dan mulai dijual secara nasional di seluruh restoran McDonald’s di Amerika Serikat pada tahun 1968. Selanjutnya, Big Mac menjadi salah satu menu andalan permanen McDonald’s yang dijual di restoran McDonald’s di seluruh dunia hingga kini.

Mini Mac, Big Mac dan Mega Mac masing-masing dapat dibeli secara a la carte maupun paket hemat. Untuk a la carte, Mini Mac dijual seharga Rp 21.818, Big Mac dijual seharga Rp 28.182 sedangkan Mega Mac dijual seharga Rp 43.636 (semuanya belum termasuk pajak). Sedangkan untuk paket hemat tersedia dua macam, yaitu paket hemat medium dan paket hemat large. Untuk paket medium terdiri dari Mini Mac/Big Mac/Mega Mac disertai minuman dan french fries berukuran medium sedangkan paket large terdiri dari Mini Mac/Big Mac/Mega Mac yang disertai dengan minuman dan french fries berukuran large.

Big Mac yang merupakan menu permanen McDonald’s tersedia mulai pukul 11.00 hingga pukul 05.00, sedangkan Mini Mac dan Mega Mac adalah produk limited time offer atau produk yang ditawarkan dalam waktu yang terbatas dan hanya tersedia mulai 14 September hingga 31 Oktober 2015 di semua restoran McDonald’s di seluruh Indonesia. "McDonald's ingin tahu seperti apa repon konsumen, semacam tes pasar, makanya ada batas waktu," ujar Echi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)