Vivo Jual BBM Murah?

 

PT Vivo Energy Indonesia (VEI)  telah resmi membuka bisnis Stasiun Pompa Bahan Bakar Umum (SPBU) pertamanya. Menariknya, operator Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut menjual bensin  Revvo 89, jenis bensin beroktan 89 atau Ron 89 (sejenis premium-nya Pertamina)  degan harga Rp 6.100/liter, lebih murah ketimbang Premium (jenis Ron 86) yang dijual Rp 6.450/liter. Murahnya harga bensin tersebut, boleh dikata bahwa SPPBU pertama yang terletak di  Jalan Raya Cilangkap tersebut sebagai operator penjualan BBM murah di Indonesia.

SPBU Vivo diresmikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, pada akhir September lalu. Sempat beroperasi dua  hari kemudian ditutup karena persyaratan administrasi yang belum lengkap.  SPBU ini  rencananya  akan beroperasi lagi pada awal November 2017.

Menurut Maldi Al Jufri, Corporate Communication  VEI, Untuk sementara Vivo akan menjual tiga jenis bahan bakar yakni Revvo 89, Revvo 90 (Ron 90)  yang dijual dengan harga  Rp 7.500/liter  dan Revvo 92 (Ron 92) , Rp 8.250/liter.  SPBU Cilangkap adalah satu dari rencana jangka panjang Vivo untuk membuka jaringan penjualan BBM di Tanah Air.  Sampai tahun ini VEI akan membangun enam hingga tujuh SPBU di Bekasi dan Bintaro bahkan di luar Jawa dan kawasan Indonesia Timur seperti Maluku dan Pulau Seram. “Investasi membagun SPBU ini tergantung dari jumlah dispenser yang harga per unit-nya antara Rp 10 – 20 miliar,” ujarnya.

Harga jual yang kompetitif ini mendapat pujian dari  Menteri Jonan karena mau menjual bensin RON 89 bermerek Revvo 89 dengan harga hanya Rp 6.100/liter, lebih murah ketimbang Premium. Padahal kadar oktan Revvo 89 lebih tinggi dibanding Premium (RON 88), kualitasnya lebih bagus.  “Masyarakat memiliki pilihan lebih banyak  untuk membeli BBM dengan harga yang terjangkau,” katanya.

VEI  adalah anak usaha Nusantara Energy Resources Ltd (NER) yang berkedudukan Singapura.  NER  di bawah payung  Vitol Group, perusahaan energi yang berpusat di Rotterdam, Belanda. Vitol Group adalah salah satu perusahaan energi terbesar di dunia, trader yang menjual lebih dari 7 juta barel minyak mentah ke seluruh dunia setiap hari.  Berdiri sejak 1966 di Rotterdam, Vitol kini beroperasi di 40 negara di seluruh dunia.  Sedangkan NER adalah perusahaan yang berbisnis di bidang investasi, konstruksi, operasi LNG Floating Storage dan infrastruktur gas terkait lainnya. VEI sebelumnya   berencana membangun dan mengoperasikan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) untuk menyalurkan gas ke pembangkit-pembangkit listrik di Indonesia serta akan membangun kilang mini   kilang mini untuk memproduksi Mogas dan Avtur di Banyuwangi, Jawa Timur. (Rian S)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)