Waspada 10 Hal Ini dalam Membangun Brand di Era Digital

Mengusung tema ‘The Connected Consumer’, edisi ke-10 dari Tetra Pak Index 2017 menggali lebih jauh dunia digital dan konsumen online.

Hasil riset tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan konsumen mengalami perubahan sebelum mereka memutuskan melakukan pembelian. “Konsumen saat ini mencari informasi produk sebelum, selama dan setelah membeli, mengacu pada setidaknya empat sumber informasi, beberapa diantaranya berada di luar kendali pemilik brand,” jelas Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia.

Ada 10 hal yang berhasil disimpulkan dari riset tersebut yang disarankan untuk diperhatikan oleh para pemilik brand di era digital ini.

1.Komentar Konsumen
Media digital, blog dan media sosial selalu menyediakan fasilitas kolom komentar, artinya setiap orang memiliki kesempatan bersuara. Dengan demikian brand tidak dapat berkomunikasi secara lantang ‘seorang diri’. Sebuah brand perlu terlibat secara proaktif, menumbuhkan konten buatan dari pengguna, belajar dan bermitra dengan blogger dan memanfaatkan kekuatan orang-orang yang masuk kategori super leaders sosial media untuk menyebarkan dan memperkuat pesan mereka.

2.Mobile adalah Raja
Dunia digital semakin mengarah ke mobile-sentris, terutama di pasar yang sedang berkembang, dengan seringkali melewatkan desktop begitu saja. Cina adalah salah satu contoh negara yang cepat mempelajari tren terbaru. Pastikan produk atau jasa anda dapat diakses, dibeli atau melayani tipe konsumen on-the-go. Brand perlu memulai strategi mobile-first.

3.Kepercayaan, Sentimen dan Pengaruh
Para pemasar perlu menunjukkan kepada konsumen bahwa brand-nya adalah ‘seseorang’ yang personalitinya sama seperti konsumen yang disasar. Konsumen akan semakin terikat secara emosional jika brand mampu menunjukkan nilai, prioritas dan pandangan hidup yang mewakili mereka. Oleh karena itu akan lebih baik jika brand anda di “mention” atau direview oleh orang biasa dalam akun sosial media, dibandingkan publik figur seperti selebritis.

4.Segmentasi dan Super Leaders
Kelompok paling aktif dan paling sosial di dunia sosial media adalah super leader. Mereka adalah para early adopter (pengadopsi paling awal jika ada produk atau jasa yang baru diluncurkan di pasar. Mereka juga adalah influencer dan trendsetter. Karena terkoneksi dengan baik dan sangat vokal, mereka bisa menjadi sumber terbaik untuk mengadvokasi brand ataupun memberi wawasan tentang pasar.

5.Dimana dan Bagaimana Caranya Terlibat
Super Leaders sangat terbuka terhadap engagement, dimana hampir setengahnya memiliki interaksi sehari-hari dengan brand di sosial media. Mereka sangat mengharapkan brand untuk menanggapi ulasan dan komentar mereka , yang sebagian besar cenderung didasarkan pada pengalaman positif. Respon semacam itu memiliki dampak yang sangat baik pada persepsi brand dan menggarisbawahi pentingnya keterlibatan.

6.Pentingnya Konsistensi
Brand harus bisa membangun pesan yang konsisten dan customer journey yang mulus dalam beberapa medium. Untuk itu perlu diperhatikan, mobile phone adalah ‘perekat’ yang menghubungkan pengalaman ‘omnichannel’ ini.

7.Dari “Push” ke “Pull”
Setelah membangun situs atau website untuk brand anda, pastikan anda bisa berkolaborasi dengan para super leaders tadi untuk “pull” para netizen berkunjung ke website anda. Karena website tetap menjadi sumber informasi penting dan membangun kredibilitas brand.

8.In-store Masih Sangat Penting
Meski ini era belanja online, tetapi toko offline masih bisa memainkan perannya dalam pemasaran. Ciptakan pengalaman yang unik, atmosfer yang menarik dalam toko. Sehingga konsumen yang datang tidak hanya untuk belnaja, tetapi juga bisa mendapat hal-hal yang lain seperti berfoto dengan latar pernak-pernik unik di dalam toko.

9.Kebangkitan E-commerce
Di perkirakan pada tahun 2021 adalah puncak kebangkitan e-commerce, semuanya bisa dijual dan dibeli disana. Terutama produk makanan dan minuman. Dengan demikian telepon pintar semakin penting perannya sebagai alat belanja di masa depan.

10.Pentingnya Kemasan
Konsumen sekarang terutama generasi millenial senang mengekspresikan dirinya lewat kemasan produk yang dikonsumsinya. Ciptakan kemasan yang unik dan akan lebih baik jika bisa dipersonalisasi. Mengapa? Karena generasi sekarang adalah generasi yang anti “pasaran”, mereka ingin terlihat tampil beda dan custom.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)