Waterfall by Crown Group Bidik Pasar Indonesia Rp 500 Miliar

Sehari setelah pelucuran proyek residensial dan mixed-use terbarunya Waterfall by Crown Group di Sydney Australia, grup properti yang didirikan oleh Iwan Sunito ini, meluncurkan di Fairmont Hotel, Jakarta (19/5/2017). Peluncuran Waterfall sempat menjadi pembicaraan hangat di Australia terutama para netizen di sana. Bagaimana tidak lebih dari 2.000 orang tamu hadir membagikannya di media sosial tentang properti yang mengusung konsep alam yang kuat.

Dan untuk pertama kali Crown Group menggunakan model iklan dari luar Australia sebagai icon project propertinya. Adalah Paula Verhoeven, model Indonesia berdarah Jawa-Belanda yang dipercaya menjadi ikon global terbaru mereka.

"Awal bertemu Pak Iwan Sunito di sebuah talk show di Jakarta yang membahas tema tentang bagaimana go international. Dia sangat menginspirasi sebagai orang Indonesia yang sukses di luar," ujar wanita dengan tinggi badan 183 cm ini.

Proyek ini berada di tengah kota Sydney, tepatnya di Waterloo yang dikenal sebagai daerah paling berkembang di sana yang kerap disebut sebagai Manhattan-nya Australia. Iwan  sebagai putra Indonesia yang telah lama di Australia memahami betapa masyarakat kota yang sibuk dan akrab dengan kebisingan membutuhkan suasana hunian yang dekat dengan alam. Maka itu  Waterfall ini terinspirasi dari kekuatan alam. "Dengan desain ini kami mendobrak tradisi ruang hijau dan elemen alam menciptakan lingkungan yang mewah dan seimbang bagi penghuninya," ujar Iwan. Project 4 tower -- salah satu menara tingginya 20 lantai--total ada 331 unit hunian. Enam di antaranya merupakan super penthouse yang memiliki ruang terbuka seluas 100 m2 di tiap unit super penthouse itu.

Diungkapkan Guy Major, Director of Sales & Marketing Asia, setidaknya sudah ada enam peminat super penthouse ini. Sayang ia tidak mau membuka harga per unitnya. Menariknya dalam menghadirkan alam di tengah hunian modern Iwan membangun air terjun buatan setinggi 7 lantai atau sekitar 21 meter. "Ini merupakan air terjun buatan tertinggi di Australia," imbuh Guy.

Iwan menggandeng Mika Utzon Popov, cucu dari perancang Gedung Opera Sydney yang seorang seniman untuk menciptakan karya seni berskala besar. Proyek senilai Rp 3,95 triliun ini ditawarkan per unitnya mulai Rp 6,5 miliar.

Memahami kebiasaan masyarakat Australia, Iwan menyediakan fasilitas music room untuk penghuni. "Ini fitur yang ditawarkan setiap proyek Crown yang menjadi keunggulan propertinya. Orang Australia senang menggunakan waktunya dengan bermain musik untuk menghilangkan kepenatan," tambah Bagus Sukmana, GM Strategic and Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group.

Selain itu, ada sky garden agar penghuni bisa menikmati waktu senja dengan nyaman. Juga, kolam renang dengan posisi langsung melihat ke pemandangan kota di sisi terbaik di Waterloo. Proyek ini hanya menggunakan 68 persen dari total lahan untuk bangunan, kata Guy, mengingat di Australia hunian kebanyakan tanpa pagar, membuat ruang terbuka  makin luas.

Potensi Investasi

Dikatakan Guy, proyek di daerah Waterloo memiliki potensi investasi rental yield 4,6 persen per tahun, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata di Sydney yang hanya 4 persen. Daerah ini merupakan area profesional muda yang diyakini pemiliki tingkat kebutuhan sewa apartemen yang tinggi.

Lokasinya apartemen ini diklaim strategis. Karena dekat dengan berbagai sekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga universitas. Dari apartemen ke Universitas New South Wales hanya membutuhkan waktu 13 menit dengan bersepeda dan 10 menit dengan bis dan jika ke Universitas Sydney hanya 18 menit dengan sepeda. Bagi keluarga muda, untuk mencapai Green Elephant Early Learning Center misalnya hanya 6 menit saja berjalan kaki.

Menuju transportasi umum pun sangat mudah hanya 2 menit ke central station dan 6 menit ke Sydney Metro Martin Place Station dengan berjalan kali.

Dengan keunggulan tersebut, Guy meyakini pertumbuhan harga untuk unit dengan satu dan dua kamar tidur dalam lima tahun ke depan sekitar 40 persen. Crown Group disebut Guy menargetkan penjualan Rp 450-500 miliar untuk pasar Indonesia. Untuk itu pihaknya secara serius melakukan pemasaran terutama di Jakarta, Bali dan Medan. Tahun ini project 2020 akan selesai.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)