Webseries Baru, Andalan KLN Memburu Iklan

Kapan Lagi Network (KLN) mencoba kembali mengulang kesuksesan webseries yang telah mereka raih sebelumnya. Bisa dibilang KLN sukses menjaring iklan melalui konsep webseries yang menampilkan bintang-bintang papan atas terlibat di cerita-ceritanya. Sebut saja seri Anak Artis yang dibuat beberapa seri dengan tema berbeda-beda. Serial online itu berhasil menarik penonton luar biasa. Diungkap Ben Ben Soebiakto, CMO KLN, pada seri kedua serial Anak Artis saja berhasil membetot perhatian penonton hingga 15 juta, pada seri ketiga 13 juta penonton.

Selain berhasil menarik perhatian penonton sangat besar, Webseries ini juga berhasil menarik perhatian merek. “Pada seri pertama Anak Artis tentu tidak diperhatikan merek, juga penonton, baru pada seri kedua mulai ramai. Bahkan Anak Artis yang disponsori merek Tolak Angin menjadi langkah pertama Sidomuncul masuk ke digital campaign, karena selama ini perusahaan itu lebih banyak di TV. Mereka paham harus mulai menyasar anak muda, webseries ini tempat yang pas,” jelas Ben.

Selain Anak Artis, KLN telah memproduksi webseries lain yang juga mendulang perhatian merek-merek besar. Seperti Lupain Mantan didukung oleh Mytea, Ibu-Ibu Hebat (Tokopedia), Hijab Love Story (Wardah), Anak Artis selain dengan Tolak Angin juga berhasil menggaet merek-merek Unilever untuk beriklan.

Menurut Ben, webseries juga bisa dijadikan alternatif bagi para pemilik ide cerita dan sutradara yang bisa terangkat di layar lebar atau serial televisi. “Membuat film itu investasinya tinggi, tapi belum tentu bisa menarik penonton banyak. Sekarang anak-anak muda lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget mereka, ini merupakan baru agar pesan bisa disampaikan dengan lebih luas bahkan ke daerah yang belum ada studio filmnya,” jelasnya.

Ia menyebut, untuk membuat satu episode webseries investasinya sekitar Rp 1-3 miliar. Untuk pemilik merek dengan penonton lebih besar, tentu ini menjadi peluang. “Pendapatan kami untuk Anak Artis cukup bagus, per episode sekitar Rp 4 miliar, sedangkan untuk seri ini kami membuat 10 episode,” ungkapnya. Ben menegaskan, webseries memiliki cost engagement yang lebih bagus dibanding TV terutama bagi merek yang ingin mendapatkan perhatian pasar anak muda. “Kami juga ada interaksi dengan penonton, melalui berbagai kuis. Misal: saat si bintang A sedang apa, dia pakai merek apa. Hadiah menarik tentu mengundang penonton untuk stay dan memperhatikan setiap adegan,” jelasnya.

Maka itu KLN setiap tahun akan menghadirkan tema-tema baru yang tentu saja dekat dengan anak muda, namun tetap memberi inspirasi dan motivasi positif. Tahun ini KLN menghadirkan webseries dengan judul “Gue Decide”. Untuk ini KLN menggandeng Ardy Octaviand, Sim F dan Surya Adi Susianto sebagai sutradara webseries yang menceritakan tentang berbagai kisah pengambilan keputusan untuk menentukan arah hidup seseorang dan berbagai konflik dan tantangan yang dihadapi untuk menentukan keputusan tersebut.

Kali ini KLN menggandeng Slate di bawah proyek yang bernama Newland. Slate merupakan agensi digital yang fokus pada kurasi film dan budaya pop Indonesia melalui kreator konten, publisis film dan platform digital. Salah satunya Slate pernah berkolaborasi untuk film Ada Apa Dengan Cinta 2?, Athirah, Kisah Tiga Dara dan Posesif. Untuk webseries Gue Decide bersama KLN ini beberapa bintang ternama terlibat dalam ceritanya antaranya Fachri Albar, Rio Dewanto, Joko Anwar, Dipha Barus, DJ Ninda Felina, Fanfani (fotografer), Chef Calvin, Fatsi Hakim (pemilik Chief barbershop) dan Maruli Tampubolon. Untuk Gue Decide ini ada dua tema yang dibuat, per tema ada beberapa episode.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)