Wings Food Yakin Teh Javana Tumbuh di Atas 15%

Pasar teh dalam kemasan atau ready to drink (RTD) selalu kedatangan pemain baru, kali adalah Teh Javana. Empat bulan pasca diluncurkan, teh yang diproduksi oleh Wings Food tersbut mampu mencatat pertumbuhan penjualannya diatas 15 %, demikian yang disampaikan oleh Aristo Kristandyo, Group Head of Marketing Beverages Wings Food.

Menurut Aristo, teh Javana angka pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan pasar, “Kami bersyukur karena teh Javana pertumbuhannya melebihi pertumbuhan industri minuman ringan teh siap saji, “ ujar Aristo. Tak hanya itu, Aristo juga mengklaim, dalam empat bulan Teh Javana telah berhasil masuk lima besar brand awareness.

“Tahun ini fokus kami adalah memperkenalkan brand Javana, caranya ada banyak macam, salah satunya  marketing communication dengan kampanye ‘Mana Indonesiamu’ ,” jelas Aristo.

Menurut Aristo, kampanye ‘Mana Indonesiamu’ sebetulnya adalah strategi untuk mengenalkan, sekaligus mempertahankan dan mengembangkan brand. “Semua ini tujuannya adalah mempertankan posisi kami yang ada di top 5 brand awareness” ujar Aristo.

Gebyar Teh Javana Kebangganku dengan tema ‘Mana Indonesiamu’ untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya pun diselenggrakan mulai 11 – 17 Mei 2015 bertempat di mal Grand Indonesia, Jakarta. Acara tersebut bertujuan mengajak pengunjung lebih mengenal kekayaan Indonesia baik budaya, kuliner dan sumberdaya alam lainnya.
Namun, dibalik smearaknya kamapenye tersebut, menurut Arsito industri FMCG sedang menhadapi tantangan yakni lesunya ekonomi sehingga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Menghadapi tantangan ini, Aristo mengaku pihaknya berusaha menyiasati denagn sejumlah upaya. Pertama, harus pintar menempatkan produknya, kemudian pola distribusinya harus tepat. Kedua, melakukan produk diferensiasi untuk menyasar relung-relung konsumen yang baru, “Misalnya kalau sekarang daya beli turun maka kami harus pintar membanderol harga jual, harus yang terjangkau,” jelas Aristo.

Teh Javana yang beredar di pasaran dibanderol dengan harga Rp 3 ribu. Meski murah, tetapi Teh Javana tidak sendiri, ada RTD teh lainnya yang sudah lebih dahulu masuk ke pasar dengan harga eceran yang sama. Menaggapi hal ini, Arsito mengatakan bahwa pihaknya tetap optimis. Menurut Arsuto, tiak semua produk di lini beverages Wings Food harus jadi nomor satu, “Untuk teh RTD kami pemain baru dan mungkin belum nomor satu tetapi untuk minuman kemasan cup seperti Teh Rio, Ale-Ale dan lainnya saat ini masih memimpin pasar, “ ujar Aristo yakin.

Optimisme Aristo nampaknya bisa menjadi kenyataan. Pasalnya hingga saat ini ada sejumlah data yang menunjukkan konsumsi RTD teh masih cukup tinggi. Sekitar 41 % pengunjung pasar modern selalu memasukan makanan dan minuman RTD dalam keranjang belanja mereka, selain itu sekitar 25 % dari total belanja rumah tangga adalah makanan dan minuman kemasan. “Itu artinya kebutuhan masyarakat Indonesia untuk membeli masih ada, jadi apakah FMCG masih bisa bertahan disaat daya beli turun? Menurut saya jawabannya adalah iya,” jelas Aristo. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)