Wow, Baru Setahun Rakuten Targetkan 1000 Merchant

Meski masih belia, Rakuten Belanja Online (RBO) sudah menampakkan keagresifannya di pasar online alias e-commerce Indonesia. Baru setahun mengorbit, portal belanja asal Jepang ini mampu menjadi magnet bagi 400 merchant untuk menjual 200.000 produknya. Bahkan di tahun mendatang RBO menargetkan 1.000 merchant.

Hiroshi Mikitani Hiroshi Mikitani, Chairman dan CEO Rakuten

“Kompetitor kami berorientasi pada produk yang dijual, sedangkan kami lebih pada tokonya,” kata Hiroshi Mikitani, Chairman dan CEO Rakuten. Tak hanya menjadi mall online, Rakuten pun memberikan pelatihan pada merchant melalui Rakuten University.

Sejak awal kemunculannya, RBO didominasi produk gadget hingga 50%. “Sejak April lalu kami mulai menambah produk fashion dan food and beverage (fnb),” tutur Ryota Inaba, Presiden Direktur dan CEO PT Rakuten-MNC. Karena didominasi gadget, konsumen RBO didominasi oleh kaum adam. Dengan masuknya kategori fashion dan fnb, RBO berniat menggeser proporsi konsumennya menjadi 50% wanita dan 50% pria.

Meski demikian, bukan berarti RBO mampu melenggang di dunia e-commerce Indonesia tanpa tantangan. “Tantangan utama kami adalah kecepatan internet,” kata Hary Tanoesoedibjo, “namun saya optimis terhadap keseriusan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan broadband. Itu hanya masalah waktu.” Tantangan lain yang musti dihadapi Rakuten adalah perkara logistik dan pembayaran.

“Kami punya 4 orang yang khusus menangani cash on delivery dan credit card on delivery di Jakarta,” kata Reino Ramaputra Barrack, Direktur Pemasaran RBO usai pembukaan Rakuten Expo, Senin (12/11).

Berbagai gimmick khas Rakuten diterapkan pula pada RBO termasuk Rakuten Super Sale. Ini adalah program diskon 50% yang digelar Rakuten setiap pukul 13.00. Secara global, program ini mampu mendongkrak jumlah transaksi hingga 6 kali lipat. Ada pula Rakuten Super Point, sistem poin paling diburu di Jepang. “Omotenashi membedakan kami dari e-commerce lain,” tutur Inaba. Omotenashi merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang berarti layanan konsumen.

“Saya yakin masa depan e-commerce di Indonesia sangat baik. Walaupun penetrasi internet masih 20% dari populasi, namun dalam dua hingga tiga tahun mendatang penetrasinya akan mendekati 40%, menyamai jumlah populasi Jepang,” kata Hary.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)