Wuzhou Investment Garap Investasi Properti di Indonesia

Data BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Indonesia menunjukkan peningkatan investasi dari Tiongkok pada kuartal pertama 2017. Tiongkong masuk dalam tiga besar negara PMA (Penanaman Modal Asing) yaitu sebesar 8,2 persen dari total PMA atau setara dengan US$ 0,6 miliar. Angka investasi Tiongkok setara dengan Amerika Serikat di kuartal pertama. Singapura menjadi negara pertama PMA dengan nilai US$ 2,1 miliar atau 28,2 persen disusul Jepang US$ 1,4 miliar atau 19,2 persen dari total PMA.

Salah satu yang tertarik masuk ke Indonesia tahun ini adalah Wuzhou Investment Group. Perusahaan investasi asal Tiongkok ini menjajal peruntungan investasinya di Indonesia di industri properti. Grup usaha yang berkantor pusat di Beijing ini mulai dengan mendirikan PT Sindeli Propertindo Abadi dengan fokus di bidang pengembang properti, pertanahan dan investasi finansial. Proyek pertamanya dimulai di timur Jakarta, tepatnya di daerah Ciracas dengan membangun proyek hunian, pusat perbelanjaan dan klinik kesehatan dengan nama JKT Living Star.

Wuu Wei, CEO Jakarta Living Star , mengungkapkan Wuzhou di Beijing dikenal sebagai perusahaan investasi di bidang kesehatan utamanya rumah-rumah sakit. “Total ada 100 rumah sakit saat ini yang kami turut investasi di dalamnya. Di negara kami, Wuzhou merupakan perusahaan keempat terbesar untuk perusahaan investasi,” ujarnya. Ia menambahkan, selain ke Indonesia, perusahaan ini juga berinvestasi hingga ke Amerika Utara dengan mendirikan perusahaan khusus pembuat suku cadang mobil. Lalu di Laos, investai di industri baja, sedangkan di Indonesia yang dipilih properti.

Alasan memilih properti sebagai industri yang dimasuki untuk mulai berinvestasi di Indonesia karena potensinya sangat besar di sini. “Kami melihat populasi yang besar, perkembangan ekonomi Indonesia juga cukup bagus, dan yang penting di sini telah terjadi perubahan kebijakan yang positif dengan lebih memudahkan investor asing masuk. Kami yakin dengan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap perumahan yang tinggi kami dapat meraih keberhasilan di sini,” paparnya.

JKT Living Star sebagai proyek pertama ini merupakan hunian skala menengah dengan konsep city first class - living class - eco first class yang dijual dengan harga mulai Rp 260 jutaan. Dibangun di atas tanah seluas 4,8 hektar, proyek ini diyakinkan Wee dibangun diatas tanah dengan sertifikat atas nama perusahaan dan HGB murni.

Rencananya akan ada 6 tower yang dibangun, mal dan klinik kesehatan, namun demikian hanya 65 persen proyek ini adalah lanscape. “Jadi hanya 200 ribu meterpersegi saja dari tanah ini yang dimanfaatkan untuk bangunan, maka itu konsep yang kami usung eco first class,” tambah Sales Manager JKT Living Star Achmad Nurman saat menggelar acara Customer Gathering di area JKT Living Star, Pasar Rebo, Sabtu (15/07). Latar belakang Wuzhou yang banyak berinvestasi kesehatan inilah yang membuat perusahaan mengutamakan hunian yang sehat dengan lebih banyak ruang terbuka hijau.

Perusahaan telah menyiapkan total investasi sebesar US$ 150 juta untuk seluruh proyek ini. Untuk tahap pertama yang dibangun adalah satu tower apartemen dengan 23 lantai--satu lantai 30 unit--sehingga seluruhnya ada 3400-an unit, plus pusat perbelanjaan. “Untuk tahap pertama ini kami menyiapkan US$ 20 juta,” kata Wee.

Dikelilingi empat daerah pusat bisnis yang sedang berkembang yaitu Depok, TB Simatupang, Ciracas dan Cibubur, Wee meyakini proyek ini akan sukses dengan cepat. Pada November tahun ini proyek ini sudah mulai ground breaking. Walau demikian pihaknya sudah mulai menawarkan pada pembeli sejak Januari 2017 dan hingga Juli ini sekitar 300 unit apartemen sudah terjual. Targetnya hingga akhir tahun 70 persen unit apartemen terjual. Rencananya pada akhir tahun 2018 atau paling lambat awal 2019 unit sudah diserah terimakan pada pembeli.

“Target pembeli kami end user bukan investor agar apartemen dan lingkungan hidup, terutama daerah Jakarta Timur dan Depok,” ujar Nurman. Ia meyakini proyek ini sangat menarik apalagi fasilitas yang ditawarkan sangat lengkap di satu area: dua fasilitas kolam renang (di atap dan di bawah), klinik kesehatan, pusat perbelanjaan, taman bermain anak-anak, sekolah, perpustakaan, bioskop, masjid, gereja, kolam renang, area kebugaran, jogging track, supermarket serta area parkir yang luas berkapasitas 956 mobil serta ruang terbuka hijau yang luas.

Menurut Nurman,  harga yang ditawarkan untuk apartemen lebih murah 15 persen dari apartemen sejenis di sekitar daerah ini. Untuk menarik pembeli akhir, pihaknya memberikan apresiasi kepada pembeli dengan meluncurkan Buyer Club dan undian ke Singapura dengan tujuan dapat menjalin hubungan lebih dekat serta meningkatkan mutu pelayanan perusahaan terhadap pembeli.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)