Maybank Foundation Jalankan Program RISE 2.0

Maybank Foundation meluncurkan program RISE 2.0.  Ini merupakan kelanjutan dari program RISE (Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship) tahap sebelumnya yang bertujuan untuk memberdayakan ekonomi berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.

Pelaksanaan program ini adalah awal dari rangkaian program RISE 2.0 di Indonesia yang akan memberikan pelatihan kepada sekitar 7.350 penyandang disabilitas dan komunitas marjinal dari 23 kota di Indonesia.  Sementara, program RISE tahap pertama telah memberikan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian bagi 2.269 orang penyandang disabilitas dan komunitas marjinal dari 17 kota di Indonesia dari 2016 hingga 2019.

RISE 2.0 dibuka di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Paramita, Mataram, Lombok dan diikuti oleh 160 penyandang disabilitas dan komunitas marjinal mulai dari penjahit, penjual makanan, penjual baju, souvenir dan kerajinan tangan, hingga usaha toko kelontong.

CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, mengatakan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility Maybank Indonesia. “Melalui program RISE, Maybank turut mendukung upaya membangun komunitas yang mandiri, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services,” kata dia.

Program ini, menurutnya, juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran
United Nations Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan
berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, pekerjaan yang layak, dan
mengurangi kesenjangan.

Program RISE 2.0 secara regional telah diluncurkan pada 26 September
2019 di Manila, Filipina dan akan dilaksanakan di enam negara, yakni Indonesia,
Filipina, Malaysia, Singapura, Laos dan Myanmar. Program ini akan dilaksanakan
mulai 2020 hingga 2023 dengan mengusung konsep pelatihan yang berbeda dari
sebelumnya.

Program RISE 2.0 terdiri dari tiga level, yaitu Basic, Standard dan
Premium. Nantinya, para peserta akan dibekali pengetahuan pengelolaan keuangan,
strategi pemasaran dan perubahan pola pikir guna menghadapi disrupsi dan
industri 4.0.  Selain itu para peserta juga akan mendapatkan materi
terkait pemanfaatan teknologi dan pengetahuan dunia digital untuk menunjang
pengembangan usaha. Untuk peserta level standart, peserta akan mendapatkan
program mentoring coaching selama 6 bulan. sedangkan untuk peserta level Premium 
selama 12  bulan. Selama program mentoring para peserta akan didampingi
mentor secara personal dengan metode face-to-face mentoring dan phone-call
mentoring untuk lebih meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha.

Head, Corporate Communication & Branding, Esti Nugraheni menjelaskan
program ini untuk memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas sehingga
nantinya mereka akan dapat mandiri dan sejahtera. “Kami harap program ini dapat
membangun sekaligus meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM dan menciptakan
komunitas yang mandiri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan
di sekitarnya,” kata Esti.

Hingga akhir September 2019, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp115,6 triliun dan memiliki total aset senilai Rp177,9 triliun.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)