McKinsey: Ekonomi Indonesia Berpeluang Cepat Pulih

Kita semua mengetahui tahun ini merupakan periode yang menantang karena ekonomi terdampak pandemi Covid-19. Banyak perubahan dalam aktivitas bisnis yang trennya bersifat global sehingga berimplikasi juga ke Indonesia. Bahkan Indonesia kini sudah memangkas prospek pertumbuhan Gross Domestic Product pada April lalu menjadi 2.3\% dari awalnya yakni 5.3\%. Lalu bagaimana membuat strategi untuk meningkatkan ekonomi agar mampu bangkit lebih kuat lagi pasca pandemi?

Studi McKinsey & Company mengatakan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang memungkinkan pemulihan yang cepat, karena ekonomi Indonesia banyak bergantung pada konsumsi domestik sehingga memiliki struktur ekonomi yang mampu come back lebih cepat. Namun tidak otomatis menjamin ekonomi Indonesia akan lebih baik dari negara lain, lantaran itu semua tetap bergantung pada penanganan pandemi itu sendiri.

“Indonesia mempunyai landasan untuk pemulihan yang cepat. Namun starting point-nya tiap negara kan berbeda-beda ya. Yang jelas, tergantung pada apakah langkah-langkah kesehatan dan ekonomi dilaksanakan secara efektif,” ujar Phillia Wibowo, Managing Partner McKinsey Indonesia, dalam webinar “Reformasi dan Menata Ulang Indonesia Pasca Covid-19”.

Phillia mengatakan, Indonesia perlu mengelola krisis dan memulai kembali ekonomi melalui 5 tahap: 1. Resolve, yakni membendung virus 2. Resilience, yakni melindungi segmen yang rentan 3. Return, mengaktifkan kembali ekonomi secara fokus 4. Reimagination, menerapkan kebijakan yang mendukung new normal, dan 5. Reform, perubahan struktural negara untuk mengantisipasi krisis di masa depan.

“Setiap aspek kehidupan orang sedang diubah. Kini saatnya Indonesia mempertimbangkan berbagai tren yang akan menentukan the next normal,” ujarnya.

Ia melanjutkan, ada 4 peluang bagi Indonesia untuk mereformasi dan menata kembali. Pertama, Meningkatkan ketahanan nasional dengan mengembangkan industri manufaktur alat kesehatan negara. Kedua, Mempercepat transisi ekonomi dengan mempercepat implementasi industri 4.0 dan meningkatkan UMKM. Ketiga, Memperkuat sektor pariwisata dengan memperluas pariwisata domestik, Keempat, re-skilling untuk pekerjaan masa depan dan mendorong perusahaan untuk digitalisasi dan berinovasi.

Selain itu juga ada 5 praktik yang bisa dimplementasikan para pemimpin untuk merespons krisis secara efektif. “Bounded optimism; connect with empathy; pause, assess anticipate, act; one story with one voice, many times; dan empower teams,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
McKinsey

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)