MD Pictures Dukung Festival Literasi Kemenkeu

Festival Literasi 2019 (Feslit) bertema "Literasi Lintas Generasi" yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan telah berlangsung sejak Senin (30 September) hingga Jumat (4 Oktober 2019) di Aula Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta.

Pada hari ini, sesi bincang buku membahas mengenai kisah Mantan Presiden Indonesia B.J. Habibie, bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani,
Presiden Direktur PT MD Pictures Tbk, Manoj Punjabi, serta Reza Rahadian.

Menkeu menyampaikan, bagaimana generasi muda, utamanya generasi milenial, harus dapat menjawab tantangan ketersediaan informasi yang berlimpah, namun tetap berkualitas baik bagi diri sendiri.

"Informasi yang ada sangat banyak, tetapi masyarakat malah jadi lebih narrow dan shallow. Kita tidak punya empati yang cukup untuk dapat menerima sudut pandangan yang berbeda. Masyarakat kita bukannya makin dekat, tapi malah jadi terkotak-kotak dan berjarak. Generasi milenial, anda memiliki tantangan yang tidak mudah, bagaimana melawan arus yang penuh ironi. Bagaimana anda bisa menjadi sosok yang punya wisdom, pada saat banjir informasi seperti saat ini," jelas Menkeu dalam keterangan persnya.

Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa Almarhum B.J. Habibie adalah seorang tokoh yang begitu unik. "No one can deny the intellectual proudness dari Pak Habibie. Kekuatan intelektual yang muncul tidak hanya dianggap sebagai bakat, tapi secara terus-menerus dipupuk oleh Pak Habibie melalui kebiasaan membaca," ujar Menkeu.

Sebagai produser dan pemeran dalam film Habibie dan Ainun, Manoj Punjabi dan Reza Rahadian juga menceritakan pengalaman mereka saat bertemu dan bekerja dengan B.J. Habibie. Menurut mereka, B.J. Habibie merupakan sosok yang humble dan sederhana. Beliau sangat mencintai istrinya, Ainun, dan selalu menceritakan tentang istrinya setiap bertemu.

Selain memproduksi film Habibie dan Ainun (2012), PT MD Pictures Tbk adalah rumah produksi dari film Rudy Habibie (2016) serta Habibie dan Ainun 3 yang akan tayang di bioskop pada Desember 2019 mendatang.

Sebelumnya, perusahaan dengan kode emiten FILM ini telah meluncurkan film ‘DANUR 3: Sunyaruri’ yang menuai kesuksesan besar di hari pertama penayangan (opening day). Film yang ditayangkan serentak pada 26 September 2019 ini memecahkan rekor film horor Indonesia dengan jumlah penonton hari pertama terbanyak mencapai 251.157 penonton.

Begitupun dengan film-film Danur sebelumnya yang digarap MD Pictures dan Pichouse berhasil mengumpulkan jutaan penonton. Danur: I Can See Ghosts (2017) mencapai 2,7 juta penonton dan Danur 2: Maddah (2018) meraih 2,5 juta penonton, serta spin-off Danur yaitu Asih (2018) dengan jumlah 1,7 juta penonton.

“Pemecahan rekor ini tidak hanya untuk ‘Danur 3: Sunyaruri’, tapi juga Danur Universe. Kerja keras kami membuat standar baru dalam perfilman horor nasional. Apresiasi ini akan terus kami tingkatkan pada film-film selanjutnya. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh pecinta film dan penggemar ‘DANUR’,” ujar Manoj Punjabi.

FILM juga sudah menyiapkan amunisi untuk tahun 2020 mendatang yaitu memproduksi film horor terbaru. Film ini akan mengangkat cerita paling viral tahun ini yaitu “KKN di Desa Penari”. Cerita horor yang ditulis oleh akun Twitter @SimpleM81378523 alias SimpleMan sejak 24 Juni-5 Juli 2019 dalam thread tweet ini menceritakan kejadian mistis tentang kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sejumlah mahasiswa di Jawa Timur pada 2009 yang berakhir malapetaka.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)