Medi-Call, Permudah Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat

Teknologi tidak bisa dihindari, tetapi kita yang harus mampu beradaptasi. Ya, berkembangnya teknologi dewasa ini tidak hanya membantu memudahkan pekerjaan yang biasanya dilakukan secara offline menjadi online, tapi menumbuhkan banyak ide bisnis yang berbasis teknologi digital. Keberadaan teknologi ini dimanfaatkan menjadi peluang baru melalui grand launching aplikasi Medi-Call.

Medi-Call merupakan perusahaan teknologi penghubung layanan kesehatan melalui aplikasi dalam smartphone. Aplikasi ini merupakan layanan kesehatan berupa home visit yang nantinya akan mempermudah setiap orang untuk mencari layanan kesehatan mandiri.

Inovasi ini mulai diperkenalkan pertama kali melalui soft launching di Bali pada tahun 2015 lalu. Namun baru teralisasi pada 27 Agustus 2016 lewat diresmikannya PT  Medika Nusantara. Saat ini, layanan telah beroperasi di Bali mulai 15 Desember 2016. Sementara untuk daerah lainnya, seperti Yogyakarta dan Jakarta, baru akan beroperasi pada awal 2017.

Aplikasi Medi-Call (Doc.medi-call.id)

Beberapa layanan yang ditawarkan ialah layanan Emergency Call, Doctor Visit, Oncall Clinic, dan Oncall Hospital. Dr. M. Candra Wijanadi, CEO Medi-Call, menyatakan bahwa pengembangan aplikasi ini memang dilakukan hanya dalam waktu tiga bulan. Selain itu, dokter-dokter yang disediakan oleh Medi-Call merupakan dokter-dokter yang tidak hanya menyandang status dokter umum saja, namun lebih dari itu.

Perusahaan memberikan pelatihan-pelatihan terkait pembekalan dokter tersebut. Nantinya, dokter mendapat sertifikasi. Selain itu, perusahaan juga memperatikan terkait aturan hukum baik surat ijin dokter, Surat Tanda Registrasi (STR), maupun Surat Izin Praktik (SIP).

Mengenai pembayaran, pihak Medi-Call menerima dalam bentuk cash ataupun lewat Medi-Pay. Sedangkan untuk layanan kesehatan, sistem yang diberlakukan hingga saat ini adalah reimbursement. Pasien membayar terlebih dahulu, kemudian pihak Medi-Call akan memberikan surat-surat yang mengklaim pembayaran tersebut ke pasien.

“Biaya yang dikenakan berdasarkan pada jenis layanan. Lalu obat pun akan diantarkan oleh apotek. Kami kerja sama dengan Apotek K-24. Selain itu, kami diharuskan memberikan obat generik. Namun, jika pasien meminta jenis obat lain maka sah saja,” tambahnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)