Media Luar Ruang Menjadi Perhatian Menarik Konsumen

Masih banyak potensi peluang yang besar bagi para pemilik merek untuk memaksimalkan penggunaan media luar ruang dalam mempromosikan produk mereka

Menurut temuan Nielsen Consumer Media & View yang dilakukan oleh Nielsen Media di 11 kota di Indonesia, lebih dari dua pertiga (67%) konsumen menghabiskan waktu 4 jam dan 33 menit di luar rumah pada hari-hari kerja.

Di area Jabodetabek, waktu tersebut bahkan lebih tinggi, dimana rata-rata konsumen menghabiskan 4 jam 45 menit. Saat beraktifitas di luar rumah, rata-rata konsumen menghabiskan waktu 1 jam dan 18 menit di perjalanan.

Temuan tersebut memperlihatkan potensi peluang yang besar bagi para pemilik merek untuk memaksimalkan penggunaan media luar ruang dalam mempromosikan produk mereka. Studi Nielsen CMV juga menunjukkan tingginya jangkauan media luar ruang, yaitu mencapai 66%.

Dilihat dari jenisnya, format static outdoor mencapai jangkauan tertinggi dimana 64% konsumen menyatakan bahwa mereka melihat iklan di media tersebut dalam satu minggu terakhir sebanyak 10 kali.

Berikutnya yang menarik perhatian konsumen adalah jenis media luar ruang yang bergerak seperti iklan di sarana transportasi publik (45%) dan di mobil pribadi (32%); dan 16% konsumen menyatakan bahwa mereka melihat iklan yang dipasang di dalam gedung (perkantoran atau perbelanjaan.

Hasil jangkauan media luar ruang tentu berbeda antara satu kota dengan yang lain. Jika dibandingkan dengan Jabodetabek, jangkauan iklan pada sarana transportasi umum di Medan dan Makassar lebih tinggi, mencapai lebih dari 50%.

Di Makassar sendiri iklan yang dipasang di dalam gedung menjangkau lebih dari 30% konsumen jika dibandingkan dengan Jabodetabek. “Dari analisa kami atas tiga kota (Jabodetabek, Medan dan Makassar), kami melihat bahwa ada perbedaan preferensi konsumen,” ujar Hellen Katherina, Executive Director Media Nielsen Indonesia.

“Contohnya, selain pada format static outdoor, iklan pada media luar ruang bergerak juga dapat menjangkau konsumen di Medan dan Makassar. Sementara itu khususnya di Makassar, iklan di dalam gedung mendapat perhatian yang cukup besar dari konsumen,” imbuh Hellen.

Dari sisi profil konsumen juga terlihat perbedaan antara mereka yang melihat iklan media luar ruang (selain di dalam gedung) dengan yang iklan di dalam gedung. Iklan di dalam gedung lebih banyak dilihat oleh perempuan dengan rentang usia 10 – 29 tahun dari kelas sosial Atas. Sementara itu, iklan di media luar ruang selain yang di dalam gedung lebih banyak dilihat oleh pria dengan rentang usia 30 – 49 tahun.

Hasil perhitungan Nielsen untuk jumlah titik media luar ruang yang ada di 11 kota di Indonesia tahun 2019 menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 3000 titik dan 33%-nya terdapat di wilayah Jabodetabek. Billboard mendominasi dengan 46% disusul oleh baliho sebesar 18% dan 13% berikutnya dalam bentuk LED.

Rokok adalah kategori produk yang paling banyak beriklan di media luar ruang dengan jumlah titik lebih dari 1000, disusul oleh layanan online dengan 600 titik dan telekomunikasi dengan lebih dari 300 titik.

Djarum, Gudang Garam dan HM Sampoerna adalah pengiklan terbesar untuk kategori Rokok. Tiket.Com, Tokopedia dan Gojek merajai kategori layanan online, dan di kategori Telekomunikasi ada XL, Samsung dan Telkomsel.

“Proporsi konsumen yang cukup banyak menghabiskan waktu di luar rumah serta bentuk media promosi luar ruang yang semakin beragam mengharuskan para pelaku industri tidak hanya cerdik dalam memilih media luar ruang, tetapi juga semakin kreatif pada penyajian bentuk promosi media luar ruang.” tutur Hellen.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)