Melahirkan Wirausaha di Bidang Wisata

Priyantomo Rudito Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis, Branding, dan Penanggung Jawab Pasar Australia

Untuk mendukung pengembangan industri pariwisata nasional, Kementerian Pariwisata proaktif mengembangkan entrepreneur di bidang pariwisata.

Salah satu program konkretnya, melalui enam perguruan tinggi pariwisata (PTP) yang dibawahkan Kemenpar, Menteri Pariwisata Arief Yahya mencanangkan program melahirkan dan mengembangkan wirausaha di bidang pariwisata yang bernama Wonderful Indonesia Tourism Entrepreneurship (WITE), bekerjasama dengan School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Ke-6 PTP itu: STP Bandung, STP Bali, Poltekpar Makassar, Poltekpar Palembang, Poltekpar Lombok, dan Akademi Pariwisata Medan.

Dalam kerjasama ini, Tim SBM ITB memperoleh tugas mengembangkan kurikulum bagi enam PTP dengan mengintegrasikan program entrepreneurship development khas SBM ITB dengan kurikulum PTP yang kekuatannya di teori dan praktik bidang pariwisata (tata boga, manajemen travel, perhotelan, dsb.)

Selain itu, tim SBM ITB --yang antara lain melibatkan para tokoh kunci seperti Profesor Sudarso Kaderi Wiryono, Dekan SBM ITB; Wawan Dhewanto, Ph.D.,

Direktur Program Bachelor of Entrepreneurship SBM ITB; dan Dr. Dina Dellyana, S.Farm, Apt., MBA, Direktur Inkubator Bisnis ITB-- juga diminta dapat memberikan knowledge transfer dari para dosen SBM ITB kepada para dosen PTP, serta membangun Inkubator Bisnis di STP NHI Bandung yang diberi nama NHIPreneur.

SBM ITB juga menyelenggarakan kompetisi bisnis bagi mahasiswa PTP, termasuk mengembangkan sumber pendanaan untuk calon entrepreneur dan mengembangkan model bisnis untuk desa wisata guna mendukung program Kemenpar. Terkait program kompetisi bisnis, pada 8-10 November lalu telah dilaksanakan kegiatan final kompetisi ide bisnis pariwisata di Lombok.

Pada program WITE ini, Menteri Pariwisata telah menunjuk Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis, Branding, dan Penanggung Jawab Pasar Australia, sebagai pelaksana program WITE. Berikut ini penjelasan Priyantono tentang program WITE:

//Apa sebetulnya tujuan program WITE?//

WITE merupakan program Kemenpar untuk mengembangkan entrepreneurship mahasiswa yang menempuh studi di enam PTP, yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengusaha lulusan keenam PTP tersebut.

Diharapkan, program ini dalam jangka pendek bisa meningkatkan jumlah pemain di industri pariwisata, dan dalam jangka panjang bisa mengembangkan ekosistem industri pariwisata Indonesia.

//Apa target program ini?// 

Program WITE menargetkan minimal 10% alumni PTP menjadi entrepreneur yang terkait bidang pariwisata.

//Bagaimana kaitan program ini dengan target jumlah kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019 dan 275 pergerakan wisatawan Nusantara di tahun yang sama?// 

Program WITE diharapkan menghasilkan pengusaha-pengusaha baru di bidang pariwisata yang diharapkan mampu menggerakkan industri pariwisata. Bertambahnya pelaku industri pariwisata akan menarik jumlah wisatawan. Industri pariwisata mencakup destinasi pariwisata, perjalanan, perhotelan, kuliner, dsb.

//Kemenpar juga bekerja dengan SBM ITB untuk mengembangkan kurikulum kewirausahaan di semua sekolah tinggi pariwisata di bawah naungan Kemenpar. Sejauh ini, bagaimana hasilnya? Apa saja terobosan yang dihasilkan?// 

Kemenpar menjadikan SBM ITB sebagai partner strategis mengingat reputasinya sebagai salah satu pionir pendidikan Kewirausahaan di Indonesia sejak SBM ITB berdiri pada 2003. SBM ITB memiliki program studi Kewirausahaan pertama di Indonesia. Kekuatan SBM ITB ini dikombinasikan dengan kekuatan enam PTP, sebagai kiblat pendidikan pariwisata di Indonesia, dan kekuatan pendekatan vokasinya untuk membentuk program Tourisme Entrepreneurship.

Kerjasama ini mencakup penyiapan kurikulum kewirausahaan, inkubator bisnis, serta keterkaitan antara PTP dan desa wisata. Kerjasama dengan SBM ITB diharapkan berlangsung selama tiga tahun. Tahun pertama, SBM ITB lebih dominan (70%) dalam pengembangan dan implementasi berbagai inisiatif.

Tahun kedua berimbang antara SBM ITB dan PTP (50%-50%), serta tahun ketiga PTP lebih dominan.

//Terkait program kompetisi startup bisnis yang diselenggarakan bagi mahasiswa PTP, bagaimana hasilnya? Apa yang menarik dari ide-ide mereka yang terkait dengan industri pariwisata?// 

Pada tahun pertama kerjasama SBM ITB dengan PTP diselenggarakan kompetisi bisnis pariwisata yang melibatkan enam PTP yang berhasil menarik 72 proposal bisnis. Dari 72 proposal bisnis ini dipilih 10 proposal bisnis untuk dipresentasikan dan dipamerkan. Diharapkan tahun depan kompetisi bisnis pariwisata ini diselenggarakan pada tingkat nasional.

//Apa langkah selanjutnya dari program ini?// 

Pada 2018, diharapkan ke-6 PTP menerapkan kurikulum kewirausahaan yang sudah disusun pada tahun 2017. Penerapan ini didahului dengan program capacity building yang melibatkan dosen-dosen kewirausahaan di ke-6 PTP. Selain itu, akan dibangun inkubator bisnis untuk menunjang bisnis mahasiswa. Dan di akhir tahun, hasil bisnis mahasiswa akan dikompetisikan dan dipamerkan.

//Bagaimana agar program ini bisa berkelanjutan dan hasilnya sesuai target?// 

Kuncinya adalah change management. Mata kuliah kewirausahaan bukan sekadar menjadi pelengkap, tetapi menjadi mata kuliah utama di enam PTP. Untuk itu, diperlukan perubahan mindset dari pengelola, dosen, dan mahasiswa. Diharapkan, transfer pengetahuan dari SBM ITB ke enam PTP dapat selesai dilaksanakan dalam tiga tahun.(*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)