Melongok Kota Pintar Panasonic di Fujisawa

Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam dengan bus dari Tokyo, akhirnya rombongan wartawan dan tim Panasonic dari Indonesia, Thailand, Singapura, Malasya dan Vietnam sampai di kota Fujisawa. Perjalanan siang itu cukup macet sehingga jarak yang sekitar 43 km terpaksa ditempuh hampir 2 jam.

Fujisawa Smart City Fujisawa Smart City

Tujuan kami adalah melihat kecanggihan proyek smart city Panasonic yang diberi nama Fujisawa Sustainable Smart Town (Fujisawa SST).  Kota ini tidak saja menawarkan kecanggihan teknologi yang memudahkan penghuninya beraktivitas, tetapi juga merupakan proyek hunian ramah lingkungan yang mendukung kelestarian alam. Sebuah kota yang dirancang sustain hingga 100 tahun ke depan melalui manajemen terpadu dalam hal pengelolaan keamanan, penghematan air, reduksi emisi CO2, pemakaian energi terbarukan, dan yang tak kalah penting aktivitas penghuni yang mendukung keberlanjutan kota.

Menempati areal 19 hektar, Fujisawa SST sangat berbeda dengan pusat hunian lain di Jepang yang umumnya berupa apartemen. Adapun Fujisawa SST berupa bangunan rumah tapak berlantai 2-3 dengan jumlah kamar 3-4 kamar per unitnya. Menurut Junichiro Kitagawa, Executive Officer Vice President, Appliances Company Director, Consumer Marketing Division, Panasonic, keberadaan Fujisawa SST seakan juga menjawab dahaga masyarakat Jepang  yang sejak gempa bumi pada Maret 2011  mulai mencari alternatif rumah tapak (bukan apartemen).

Ichiro Suganuma Ichiro Suganuma, Director Panasonic Asia Pacific Pte. Ltd, in charge of Indonesia

Tak heran,  meski harga satu unit rumahnya sekitar 60 juta Yen (Rp 7,3 miliar lebih), minat pembeli sangat tinggi. Sebanyak 400 unit rumah yang sudah rampung langsung terjual dan dihuni. Sampai akhir 2020 nanti ditarget rampung 1000 unit yang akan menampung 3000 penghuni.

Kenapa dipilih Fujisawa sebagai tempat pembangunan smart city, sepertinya hanyalah alasan praktis. Hal ini karena di Fujisawa terdapat fasilitas pabrik Panasonic yang antara lain memproduksi TV. Tetapi rumah di Fujisawa ini tidak dikhususkan kepada profesional di Panasonic melainkan dijual ke publik.

Untuk mendukung konsep sustainablility di bidang energi, tiap rumah di Fujisawa SST dengkapi dengan panel surya yang bisa menghasilkan energi listrik. Secara total energi listrik yang dihasilkan dari panel surya rumah penduduk mencapai 3 Mega Watt. Panel surya juga dipasang di tempat area umum sepanjang 400 meter yang mampu menghasilkan listrik 103 Kilo Watt.

Dengan pemaanfatan panel surya, pemakaian energi terbarukan untuk mendukung aktivitas warga mencapai 30% dari total kebutuhan listrik. Kota pintar ini juga menargetkan pengurangan emisi CO2 mencapai 70% melalui program car rental & sharing mobil listrik, sharing sepeda listrik, serta sentralisasi pendistribusian barang  ke dalam komplek yang diteruskan ke rumah-rumah dengan sepeda listrik.

Kota pintar Fujisawa SST juga dilengkapi sistem toilet yang menghemat pemaian air. Juga adanya optimalisasi pengelolaan air hujan untuk berbagai keperluan. Secara keseluruhkan manajemen pengelolaan air akan menurunkan konsumsi air hingga 30%.

Selain dilengkapi dengan rumah-rumah yang tahan gempa, kota pintar Fujisawa SST memiliki standar keamanan yang menjamin segala infrastruktur seperti listrik, air, dan sistem keamanan akan beroperasi normal kembali dalam 3 hari setelah terjadi bencana.

Dari sisi teknologi, kota ini dilengkapi sistem keamanan mulai dari CCTV hingga alarm yang terhubung dengan smartphone sehingga si pemilik bisa memantau rumah dari mana saja.

sepeda di Jepang Pemakaian sepeda untuk mengurangi emisi CO2

Di luar Jepang, Panasonic telah berkontribusi dalam pembangunan smart city di sejumlah negara, antara lain Dalian Best City (China), Iskandar Project (Malaysia), dan Punggol Energy Solutions Test-Best Project (Singapura). Rencananya Panasonic juga akan membangun proyek smart city di Indonesia di Cikarang dengan menggandeng Kota Deltamas di bawah Grup Sinarmas Land.

Menurut Ichiro Suganuma, Director Panasonic Asia Pacific Pte. Ltd, in charge of Indonesia, peran Pana Home (anak perusahaan Panasonic di bidang smart city) dalam proyek ini adalah mulai dari mendesain rumah, membangun rumah, hingga merancang security system-nya. "Kami bukan hanya menjual rumah, tetapi menawarkan solusi perumahan yang menjamin keamanan warga, bebas polusi, hemat energi dan ada manajemen sustainability" jelasnya.

Dalam proyek patungan antara Deltamas 51% dan Pana Home 49% ini rencananya akan dibangun kluster yang berisi 1400-1500 unit rumah dalam 6-7 tahun ke depan. Rumah yang menyasar para manajer serta ekspatriat  yang berkantor di Cikarang dan sekitarnya akan dutawarkan dengan harga Rp 1.5-Rp 1.8 miliar.

Sebelumnya Pana Home sudah menjalin kerja sama dengan PT Intiland Development Tbk. membangun 80 unit rumah di  kluster Serenia Hills di Jakarta Selatan yang dijual dengan  harga Rp 3 miliar per unit.  Selain dilengkapi dengan sistem keamanan, rumah-rumah juga sudah dilengkapi pencahayaan (lampu-lampu), AC, kulkas, dan mesin cuci dari brand Panasonic.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)