Meluncur Awal 2020, Agros Catatkan 102.306 Transaksi Logistik

Upaya perbaikan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah dalam dekade terakhir membawa dampak positif terhadap berbagai industri di Tanah Air. Tidak terkecuali industri logistik. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari data Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) yang menyatakan bahwa arus pengiriman barang di Indonesia selama pandemi bertumbuh hingga 40%.

Namun, tren menggeliatnya industri logistik raw material ini belum dibarengi dengan upaya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebelumnya. Mulai dari yang klasik seperti rumitnya pengelolaan armada, transparansi dan standardisasi biaya, hingga kebutuhan penyederhanaan sistem transaksi dan kemudahan pengawasan yang lahir di era digital sekarang. Tantangan lain juga terkait permintaan armada berat untuk mengangkut raw material yang dibutuhkan di berbagai industri juga ikut naik.

Tidak heran makin banyak pemain baru bermunculan di industri ini yang mengambil peluang untuk memberikan solusi atas permasalahan yang tertinggal tersebut. Salah satunya perusahaan logistik Agros yang didirikan pada awal tahun 2020. Perusahaan yang didirikan oleh Arman Solich ini berupaya menghadirkan sistem layanan terpadu satu pintu (one-stop service) berbasis teknologi yang fokus pada solusi terintegrasi untuk mengoptimalkan layanan jasa logistik raw material.

“Melihat potensi pertumbuhan industri logistik yang masih besar di masa mendatang dengan berbagai tantangannya, kami melahirkan Agros untuk menjawab satu per satu tantangan yang ada. Kami menyediakan segala kebutuhan dari hulu ke hilir agar semua pihak dalam industri ini dapat menikmati benefitnya,” ujar Arman Solich, Pendiri & CEO Agros.

Dia menjelaskan, strategi layanan terpadu Agros tersebut diluncurkan berdasarkan risetnya bahwa sebagian besar masalah itu muncul karena para pelaku industri ini masih bertahan menggunakan sistem konvensional dan tidak terintegrasi.

Sejumlah solusi Agros antara lain untuk masalah kesulitan menemukan armada dalam mengangkut barang, kebingungan transporter dalam mencari muatan, kebutuhan tenaga pengemudi terpercaya dan berpengalaman, sistem pencatatan tagihan yang transparan, administrasi surat jalan berantakan, serta solusi cepat atas masalah kerusakan kendaraan di jalan.

Dengan mengusung program kampanye #KerabatSalingBantu, Agros berusaha menghubungkan setiap pihak, mulai dari shipper, transporter, hingga pengemudi dalam satu platform yang memudahkan masing-masing untuk mendapatkan manfaat yang nyata. “Di Agros, kami memandang setiap pihak yang terlibat dalam industri logistik ini sebagai kerabat yang seharusnya dapat saling memberikan manfaat satu sama lainnya,” ujar Arman.

Berkat upayanya itu, kini Agros telah mendapatkan kepercayaan dari 55 perusahaan shipper, 218 fleet armada dari 7 transporter, dan 252 kerabat pengemudi. Terhitung sejak muncul di awal 2020 hingga saat ini, Agros telah menyelesaikan sebanyak 102.306 transaksi logistik dengan total angkut mencapai 2.183.156 tonase.

Adapun target jangka panjangnya, Agros ingin memenangkan pasar industri logistik Indonesia sebagai titik keberangkatan untuk menjadi perusahaan teknologi logistik terkemuka di kancah internasional.
“Langkah awal yang sudah kami mulai dengan menarget kawasan Indonesia Timur. Ke depannya, kami berharap dapat bekerjasama dengan lebih banyak lagi kerabat logistik di sini,” ucap Arman.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)