Memaksimalkan Penjualan dengan Affiliate Marketing

Affiliate marketing merupakan suatu program bagi hasil atau pay per sale model, dimana dalam ekosistem ini terdapat Publisher dan Advertiser.

Berkembangnya situs belanja daring memacu inovasi dalam dunia pemasaran. Para pengiklan tak hanya ingin mendapatkan perhatian dari konsumen, tetapi juga ingin mendapatkan penjualan ataupun return of investment (ROI). Hal tersebut membuat para pengiklan kian selektif untuk memilih strategi pemasaran. Salah satu model pemasaran yang jadi alternatif yakni affiliate marketing.

Affiliate marketing merupakan suatu program bagi hasil atau pay per sale model, dalam garis besar cost per action (CPA) model. Dalam ekosistem ini terdapat publisher dan advertiser. Publisher merupakan orang yang mempromosikan iklan di website mereka dan advertiser merupakan orang yang memasang iklan.

Shoei Fujita, Global Director Accesstrade Global, menjelaskan bahwa saat ini jumlah advertiser dan publisher di Indonesia masih kecil dibanding negara lain seperti Jepang. “Secara potensi, jumlah populasi masyarakat dan bisnis di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia Pasifik,” ujarnya di Jakarta, (7/8/2019).

Fujita juga menambahkan, bahwa sejauh ini perusahaannya sudah memiliki lebih dari 730 ribu publisher, 15500 campaign, dengan total reward mencapai US$ 273 juta secara global. Untuk di Asia Tenggara sendiri, sudah ada total 200 ribu websites, 370 program campaign, total volume transaksi (GMV) tertinggi mencapai US$ 40 juta, dan dengan pangsa pasar di Asia Tenggara sendiri sebesar 2 hingga 3%. Pencapaian ini dikarenakan dukungan oleh tim operasional yang saat ini berjumlah 400 orang dari Jepang dan 120 orang lainnya berasal dari Asia Tenggara.

Accesstrade Indonesia juga memperkenalkan program-program baru mereka guna untuk menjunjang kebutuhan para publisher mereka. Ada empat program utama yang dikenalkan oleh Accesstrade yaitu AT Selfback, yang merupakan sebuah website cashback yang di peruntukkan bagi para publisher yang sudah tergabung menjadi anggota Accesstrade yang memungkinkan mereka untuk bisa melakukan selfconversion (belanja sendiri) tanpa harus apply campaign terlebih dahulu.

Yang kedua, AT Academy, yakni portal yang disediakan oleh Accesstrade berisi materi edukatif seputar affiliate marketing, performance marketing, tips dan trik promosi untuk meningkatkan performa para publisher.

Ketiga, AT- Inpages (Landing Generator). Tujuannya untuk mempermudah publisher yang belum memiliki website untuk menciptakan landing page dengan mudah. Yang terakhir, AT Superpoint, yakni salah satu program Accesstrade yang memungkinkan publisher untuk mengumpulkan poin untuk mendapatkan reward tambahan dari AT.

Prayudho Rahardjo, CEO Accesstrade Indonesia, mengatakan bahwa program tersebut telah disiapkan untuk mempermudah publisher mendapatkan komisi. “Karena terkadang untuk melakukan proses apply campaign juga memerlukan waktu, makanya kita siapkan AT selfback bagi para publisher baru yang ingin segera mencoba pengalaman untuk menjadi publisher Accesstrade,” kata Prayudho.

Ia pun menambahkan, AT Selfback memungkinkan publisher untuk melakukan selfconversion untuk mendapatkan komisi di Accesstrade karena walletnya akan menyatu dengan wallet dashboard Accesstrade sendiri. “Kami berharap dengan menambahkan program-program baru ini, para publisher lebih terbantu untuk melakukan promosi serta meningkatkan pendapatannya,” uja Prayudho menutup penjelasannya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)