Membangun Kepercayaan Gaya Stephen M.R Covey

Menghadapi tantangan dari kondisi keuangan yang melemah sejak tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki pekerjaan rumah untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat. Menurut Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan , industri keuangan tidak hanya well managed, tapi juga memfokuskan pada good governance dan well capitalize.

“Ada tiga hal yang kami lakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan. Mulai dari industri keuangan harus memiliki kekuatan, industri yang lebih kontributif, terakhir akses keuangan yang mudah bagi masyarakat seluruh Indonesia,” tambahnya.

Stephen M.R Covey Stephen M.R Covey

Pendapat tersebut diamini oleh Stephen M.R Covey saat ditemui dalam acara seminar OJK bertema Building a Trusted Industry: A Ripple Print of Industry Individuals. Ia adalah seorang business consultant, international speaker, dan penulis buku berjudul The Speed of Trust. Menurutnya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan para pengambil keputusan keuangan di suatu negara, yaitu kepercayaan adalah pendorong kegiatan ekonomi berlangsung. Kepercayaan adalah satu kompetensi kepimpinan yang dibutuhkan saat ini. “Kepercayaan adalah keyakinan. Jika para petinggi negara bisa menjaga keyakinan itu, maka masyarakat dan pasar dapat percaya,” ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan tinggi menawarkan nilai tambah dalam dua dimensi, yaitu nilai pemegang saham dan datanya menarik. Dalam studi yang dilakukan Watson Wyatt pada tahun 2002, organisasi dengan tingkat kepercayaan tinggi mengungguli organisasi dengan tingkat kepercayaan rendah, dalam hal tingkat pengembalian pemegang saham sebesar 286 persen.

Dimensi kedua ialah keuntungan untuk pelanggan. Organisasi yang memiliki tingkat kepercayaan-tinggi secara konsisten mampu menghasilkan dan menghantarkan nilai tambah kepada klien. Pada akhirnya nilai tambah ini akan menghasilkan nilai tambah bagi pemangku kepentingan lainnya.

Prinsip kepercayaan masyarakat adalah kontribusi. “Ini tentang niat menciptakan nilai dibandingkan merusaknya. Orang semakin sadar akan kontribusi. Banyak perusahaan yang didirikan untuk berkontribusi kepada orang lain, baik produk maupun jasa yang dihasilkan,” katanya.

Ia memberi contoh apa yang dilakukan oleh Bill Gates, dan beberapa tokoh lainnya yang dinobatkan majalah Time sebagai “People of the Year”, bukan karena bakat, inovasi, jumlah materi yang mereka miliki, tetapi karean investasi yang mereka tanam untuk fasilitas kesehatan, pendidikan, dll di seluruh dunia.

Sebagai penutup ,ia mengatakan, kontribusi harus diberikan secara benar. Karena sejauh ini masih sekadar memenuhi konsep filantropi, di mana menghasilkan keuntungan dan menyumbangkannya untuk penuhi kebutuhan dasar saja. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)