Mendorong Industri Kreatif Tasikmalaya Lewat Cerita di Langit Tenggara

“Cerita di Langit Tenggara” adalah sebuah film yang direncanakan akan ditayangkan di akhir 2020. Film ini adalah hasil gabungan tiga buah video klip yang akan ditayangkan secara berurutan di akhir tahun nanti. Ketiga video klip tersebut akan digabungkan menjadi sebuah film yang utuh sebagai buah karya para penggiat industri dan ekonomi kreatif asal kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ketiga video yang merupakan original soundtrack (Ost) untuk film tersebut dibuat dan dinyanyikan  oleh Icha Annisa, musisi asal Kota Tasikmalaya, jebolan ajang pencarian bakat The Voice Indonesia 2018. Ost pertama "Tentang Tasikmalaya" adalah video pertama yang disutradarai oleh Ruhyat Enha ini  sudah dirilis bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Tasikmalaya yang ke-19 pada 17 Oktober 2020. Video pertama ini pun viral di media sosial.

Selanjutnya Ost "Tentang Restu" dan "Tentang Kamu" akan diluncurkan kemudian. Setelah ketiga Ost ditayangkan di Youtube Icha Annisa, barulah film keseluruhannya yang juga disebut kisah “Tentang Trilogi” ini akan ditayangkan. “Saat ini, tim sedang mempersiapkan proses produksi untuk video selanjutnya. Diharapkan sebelum akhir tahun, filmnya dapat disaksikan,” ujar Uyung Aria, pencetus ide cerita dan konsep film ini.

Yang menggembirakan bagi para penggiat industri dan ekonomi kreatif  dari kota dengan julukan Sang Mutiara dari Priangan Timur ini adalah respon pasar terhadap hasil karya mereka, yaitu video pertama bertajuk "Tentang Tasikmalaya" yang sudah ditayangkan. “Satu hari 10 ribu viewers di Youtube Icha Annisa,” ungkap Uyung  penuh semangat.  

Film merupakan subsektor unggulan dari ekonomi kreatif (ekraf) yang telah canangkan oleh Bappenas dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk terus didorong. Menjadi unggulan karena di dalam film sendiri bisa melibatkan berbagai subsektor ekraf lainnya seperti fotografi, animasi, kuliner, desain produk, hingga periklanan. Bahkan, film bisa mendongkrak sektor pariwisata seperti yang terjadi pada film “Laskar Pelangi” (2008) atau yang lebih baru seperti “Bumi Manusia” (2019).

Dede Suryadi

IG @dedesuryadi_id

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)