Meningkatnya Posisi Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia

Terjadinya peningkatan ini, utamanya didorong oleh posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang juga naik

Dalam siaran pers Bank Indonesia, posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir triwulan I 2019 mencatatkan kewajiban neto yang meningkat, didorong terutama oleh posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang naik.

Pada akhir Triwulan I/2019, PII Indonesia mencatat kewajiban neto sebesar US$ 331,2 miliar (31,5% terhadap PDB), meningkat dibandingkan dengan posisi kewajiban neto pada akhir triwulan IV 2018 yang tercatat
US$ 318,6 miliar (30,6% terhadap PDB).

Peningkatan kewajiban neto PII Indonesia disebabkan oleh kenaikan posisi KFLN yang lebih besar dari peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN). Posisi KFLN Indonesia yang meningkat terutama didorong oleh besarnya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio dan investasi langsung.

Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap prospek perekonomian domestik. Selain itu, berkurangnya risiko ketidakpastian di pasar keuangan global turut menjadi faktor pendorong aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio dan investasi langsung.

Pada akhir Triwulan I /2019, posisi KFLN naik 3,5% (qtq) atau sebesar
US$ 23,3 miliar menjadi US$ 689,0 miliar. Posisi KFLN yang meningkat dipengaruhi oleh faktor revaluasi positif atas nilai instrumen finansial domestik sejalan dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan faktor pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang berdampak pada peningkatan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.

Posisi AFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh meningkatnya posisi aset investasi lainnya dan cadangan devisa. Posisi AFLN pada akhir triwulan I 2019 tercatat naik 3,1% (qtq) atau sebesar US$ 10,6 miliar menjadi US$ 357,8 miliar.

Posisi AFLN yang meningkat didukung oleh kenaikan rerata indeks saham negara-negara penempatan AFLN dan faktor pelemahan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama penempatan cadangan devisa.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan I 2019 masih tetap sehat. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban neto PII Indonesia yang masih didominasi oleh instrumen berjangka panjang. Meski demikian, Bank Indonesia akan tetap mewaspadai risiko kewajiban neto PII terhadap perekonomian.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan stabilitas perekonomian yang terjaga dan pemulihan ekonomi Indonesia yang berlanjut didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan pendalaman pasar keuangan, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)