Menlu: Mari Berkolaborasi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak pelaku ekonomi kreatif semua negara yang menghadiri Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia atau World Conference Economy Creative (WCCE) di BNDCC Nusa Dua, Bali, untuk berkolaborasi mengembangkan ekonomi kreatif.

Kolaborasi penta-helix yaitu antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media sangat diperlukan. "Tiga prioritas utama yang selalu saya ingat. Pertama, kolaborasi, kedua kolaborasi, dan ketiga kolaborasi. Oleh karena itu, hari ini kita di sini tidak untuk mendefinisikan atau memperjuangkan ekonomi kreatif, tetapi berbagi ide untuk memelihara perkembangan ekonomi kreatif global," ungkap Retno yang mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh peserta WCCE.

Pengembangan ekonomi kreatif menurut Retno harus menerapkan prinsip bahwa tak ada yang tertinggal, tidak boleh bersifat eksklusif hanya bagi mereka yang memiliki sarana namun harus membuka peluang bagi semua orang.

Dengan perkembangan teknologi yang luas saat ini, ekonomi kreatif secara global dapat benar-benar inklusif dan dapat diakses oleh semua orang di mana saja dari seluruh penjuru dunia. Karena itu semua negara, harus terus menggabungkan kekuatan logika, keindahan imajinasi dan keajaiban teknologi, termasuk teknologi digital dalam satu wadah yang disebut inovasi.

Ekonomi kreatif di Indonesia, menurut Retno lagi, bukan hal yang baru dan telah berkembang seperti pada industri fashion, kuliner, seni dan hiburan. "Oleh karena itu, tugas kita adalah memperkuat kemitraan untuk inovasi."

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)