Menpar Jadikan Indonesia Destinasi Ramah Bagi Wisatawan Vegan

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong Indonesia menjadi destinasi yang ramah bagi wisatawan, baik Nusantara atau mancanegara yang menganut pola makan vegan/vegetarian.

Menpar menjelaskan, komunitas vegetarian dunia berjumlah 700 juta orang, di mana mayoritas berada di India dengan jumlah 350 juta orang diikuti Tiongkok dengan 50 juta orang. Kedua negara tersebut merupakan 5 pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia di mana Tiongkok menyumbang 2,2 juta wisatawan mancanegara dan India menyumbang 485.000 wisatawan mancanegara.

“Ini potensi yang luar biasa bagi Indonesia untuk mengembangkan destinasi kuliner vegetarian. Namun sayangnya Indonesia belum terkenal untuk itu. Kalau dilihat dari data, tercatat 70 persen dari wisatawan India yang datang ke Indonesia umumnya vegan. Tahun 2020 kami targetkan 1 juta wisatawan India ke Tanah Air,” katanya saat meresmikan Beres Cafe  di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (30/9/2019)

Berdasarkan data dari Oliver’s Travel yang diterbitkan dalam The Global Vegetarian Index, Indonesia merupakan salah satu negara terbaik untuk menikmati hidangan vegetarian, di mana Indonesia menempati peringkat 16 dari 20 negara terbaik dari total 183 negara yang masuk ke dalam penilaian tersebut.

Akan tetapi, jumlah restoran vegetarian di Indonesia yang masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan populasi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan dibukanya Beres Cafe ini, Menpar berharap dapat ikut menjawab potensi pasar kuliner vegetarian yang besar tersebut.

“Orang vegan mencari restoran yang nyaman, sejauh ini mereka tertuju ke Bali. Bila dianalogikan, orang vegan itu, seperti orang muslim mencari restoran halal. Mereka harus merasa nyaman untuk menikmati kuliner vegan. Program Kemenpar ke depannya akan mengadakan famtrip terutama bagi pelaku industri pariwisata di India untuk diarahkan ke Sarinah. Agar top of mind-nya langsung terbentuk,” kata Menpar.

Dalam peresmian restoran vegan yang memiliki makna “Bersih Enak Sehat” itu, Menpar didampingi Direktur Utama Sarinah, GNP Sugiarta Yasa, lalu Pembina Yayasan Vegetarian Indonesia, Agus Riyanto, dan CEO Beres Cafe Aniza. CEO Beres Cafe menambahkan, Visi Beres Cafe adalah menjadi restoran vegan kelas dunia. Bisa merasakan seperti di kampung halaman sendiri serta menjadi kenangan.

“Misi kami adalah menyediakan kuliner Nusantara dalam bentuk makanan dan minuman vegan dan vegetarian, sekaligus menjadikan Sarinah jadi tujuan utama destinasi wisata di Jakarta,” katanya.

Beres Cafe sendiri menyajikan menu-menu vegetarian, seperti Misoa Riau, Sate Padang, Nasi Kari, Lucky Noodle, Nasi Nori, Lontong Sayur, Mi Kacang, Spagheti Tomato Sauce, Fetuccini Mushroom Cheese, Baked Potato Broccoli and Cheese, Spicy Mushroom Noodle, dan Mexican Rice. Untuk minumannya terdiri dari berbagai sajian kopi nusantara, manual brewing Aceh Gayo, Jawa Malabar, Papua, Toraja, Ijen, dan lain-lain juga tersedia, berbagai sajian herbal minuman Nusantara, jus sehat, dan berbagai sajian teh.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)