Menparekraf Terima Laporan Hasil Pembebasan Penlok 2 di KEK Mandalika

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan dan menerima laporan hasil pemgadaan lahan enclave yang telah selesai dibebaskan di wilayah penetapan lokasi (Penlok 2) di Jalan Kawasan Khusus (JKK) dan melakukan serah terima laporan hasil pengadaan 28 bidang tanah Penlok 2 tersebut.

Penlok 2 ini disiapkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas penunjang penyelenggaraan MotoGP dan World Superbike (WSBK), seperti paddock, pit building, medical centre, dan bangunan penunjang lainnya. Penlok 2 terdiri dari 29 bidang lahan dengan total luas lahan 65.267 m2. Dalam pembebasan lahan tersebut, 22 bidang lahan telah diselesaikan pembayaran dalam bentuk tunai langsung/UGU dengan total nilai Rp 66,7 miliar, 6 bidang lahan seluas 13.182 m2 senilai Rp 18 Miliar telah dilakukan pembayaran melalui skema konsinyasi di PN Praya, dan 1 bidang tanah yang merupakan tanah waqaf berupa mushola telah disepakati bersama untuk dilakukan tukar guling dengan lahan yang memiliki luasan dan bangunan di luar HPL Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

“Kami berterima kasih kepada semua pihak karena pembayaran penetapan lokasi ini sudah terealisasi oleh Kemenparekraf melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Peran Gubernur NTB dan jajaran Forkopimda NTB dan Bupati Lombok Tengah bersama jajaran Forkopimda Lombok Tengah membantu kami dalam proses pembebasan lahan Penlok 2 di The Mandalika. Pembebasan lahan ini merupakan wujud pemulihan perekonomian di NTB oleh Kemenparekraf untuk KEK Mandalika,” kata Sandi (06/05/2021).

“Masyarakat di Penlok 2 ini telah pindah dari lokasi dengan sukarela karena telah menerima haknya sesuai dengan nilai appraisal yang ditentukan oleh lembaga independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sehingga lahan ini sudah siap untuk dibangun. Nantinya, JKK ini akan menjadi street circuit pertama di seri perhelatan MotoGP,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.

Menparekraf juga melakukan peninjauan ke area JKK. “Tadi kami sudah melakukan tour di JKK dan Alhamdulillah, aspal lapisan pertama sudah selesai dan tersambung di seluruh track dengan panjang 4,31 km. JKK ini memiliki gravel terpanjang dengan pemandangan terindah dan dipastikan akan menjadi pembangunan sirkuit tercepat,” tambah Sandi.

Sandi menjelaskan, JKK akan menjadi salah satu atraksi utama yang bisa menarik wisatawan berkunjung ke DPSP The Mandalika. Dalam upaya mendukung peningkatan wisatawan tersebut, pandemi COVID-19 harus bisa terkendali dan salah satunya dengan program vaksinasi COVID-19. “The Mandalika akan menjadi ramai, mengingat akan ada event WSBK di Bulan November mendatang. Untuk itu, kami akan merancang pre-race event yang bisa mendorong kunjungan dan minat wisatawan. Selain itu, persediaan vaksin baru saja tiba dan kami akan mengalokasikannya ke daerah prioritas seperti NTB untuk setidaknya menjadi persiapan perhelatan WSBK di Bulan November. Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTB dan ke depannya agar protokol kesehatan disini harus semakin disosialisasikan,” kata Sandi.

Seperti diketahui, mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung dan demi menjaga keselamatan penonton, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir telah membuat kesepakatan dengan Dorna Sports, saat kunjungan Dorna Sports ke Indonesia pada 7 April lalu, bahwa penyelenggaraan event MotoGP di JKK The Mandalika akan dilaksanakan pada awal musim balapan tahun depan yakni Maret 2022. Penyesuaian jadwal balapan MotoGP di JKK The Mandalika tersebut diharapkan akan membawa hasil yang lebih optimal dalam hal menarik kunjungan wisatawan serta manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari penyelenggaraan event tersebut. Sementara itu, kejuaraan dunia World Superbike (WSBK) di The Mandalika sendiri tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal yaitu pada 12-14 November 2021.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)