Kemenperin dan GAPMMI Dorong Pembangunan Pusat Inovasi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus untuk memacu pengembangan industri makanan dan minuman. Industri ini dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data Kemenperin, produk makanan dan minuman Indonesia
mampu mencatatkan nilai ekspor tertinggi di kelompok manufaktur,
dengan capaian USD27,28 miliar sepanjang tahun 2019. Selain itu,
industri mamin juga sebagai penyetor terbesar terhadap nilai
investasi pada periode Januari-September 2019 di angka Rp41,43
triliun. Selanjutnya, industri makanan dan minuman menyerap paling
banyak tenaga kerja di sektor manufaktur dengan jumlah 4,74 juta
orang hingga Agustus 2019.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pemerintah telah
menetapkan industri makanan dan minuman menjadi salah satu dari lima
sektor manufaktur yang diprioritaskan pengembangannya agar lebih
berdaya saing hingga kancah global.

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin bersama Gabungan
Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) tengah mendorong
pembangunan innovation center.

“Di pusat inovasi diharapkan dapat terimplementasi teknologi
modern sehingga produk yang dihasilkan bisa kompetitif di pasar
domestik dan mampu mengisi kebutuhan ekspor,” imbuh Agus.

Agus menyebutkan, ada sejumlah sektor industri yang telah beroperasi di Tanah Air, akan melakukan perluasan usaha atau ekspansi. Misalnya, PT Nestlé Indonesia, yang tahun 2019 berkomitmen menanamkan modalnya sebesar US$100 juta untuk memperluas kapasitas produksinya di tiga pabrik yang dimilikinya. Melalui rencana ekspansi tersebut, kapasitas produksi PT Nestlé di Indonesia bakal meningkat sebesar 25% dari 620.000 ton menjadi 775.000 ton per tahun.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)