Menteri Rini Soemarno Perkuat Sinergi Antar BUMN

Menteri BUMN Rini Soemarno dalam rakor Kementerian BUMN di Grage Hotel Bengkulu, (22/11).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah melakukan rapat koordinasi (rakor) di Bengkulu pada 22-23 November 2017. Rakor yang dipimpin oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, dan dihadiri oleh 118 Direktur Utama semua BUMN yang membahas kolaborasi antar BUMN dan menyelesaikan hambatan dalam rangka optimalisasi kinerja BUMN.

Selain itu, tujuan pelaksanaan rakor BUMN untuk sinkronisasi peran BUMN dalam meningkatkan kontribusi pada pembangunan dan pemerataan kesejahteraan. Selain itu pula dalam rangka mensosialisasikan kebijakan-kebijakan strategis pemerintah yang membutuhkan dukungan BUMN secara berkelanjutan.

Kementerian BUMN memprediksi, sepanjang 2017 total aset BUMN mencapai Rp 7.035 triliun, ekuitas BUMN 2017 sebesar Rp 2.391 triliun, laba mencapai Rp 172 triliun, pendapatan Rp 2.116 triliun, serta kontribusi market cap dari 20 BUMN di BEI mencapai 26,24% atau sekitar Rp 1.643 triliun (per 13 Oktober 2017).

Sementara itu jumlah setoran BUMN ke negara diproyeksi mencapai Rp 341 triliun sepanjang 2017, yang terdiri dari setoran pajak, setoran dividen dan setoran non pajak-dividen. Namun masih ada hal-hal yang perlu ditingkatkan terutama soal meningkatkan manfaat BUMN dalam setiap sektor yang tertuang dalam Roadmap BUMN 2015-2019.

Untuk itu Kementerian BUMN telah mecanangkan berbagai inisiatif yaitu seperti re-maping pembinaan BUMN oleh kedeputian teknis sehingga lebih fokus sesuai dengan end to end model bisnis. Kemudian mengurangi jumlah BUMN rugi melalui konsep bapak asuh-anak asuh. Dan mengakselerasi penyerapan capex dan penyertaan modal negara (PMN).

Dalam melakukan sinergi akan memperkuat kerja sama lintas BUMN bahkan lintas sektor sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Hal tersebut antara lain dapat dilakukan dengan kolaborasi antar BUMN dalam rantai bisnis hulu-hilir dan menggarap kawasan ekonomi terpadu dengan melibatkan BUMN lintas sektor.

BUMN dinilai harus meningkatkan perannya sebagai agent of development dengan mengakselerasi eksekusi program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat. BUMN harus melakukan penyelarasan program (corporate social responsibility) CSR BUMN untuk menghasilkan dampak yang optimal bagi masyarakat. Serta BUMN diharapkan memiliki representatif di daerah/tingkat kecamatan yang bertugas untuk mendengarkan aspirasi, kritikan, masalah maupun potensi daerah tersebut.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)