Menteri Rudiantara: Nilai Transaksi E-Commerce 2017 Akan Tumbuh 30%-40%

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di tahun 2016 melanjutkan pembangunan Palapa Ring yang berhenti di tengah jalan. Palapa Ring merupakan program pembangunan serat optik yang menjangkau daerah terpencil. Kami menyebut proyek Palapa Ring sebagai proyek pembangunan tol informasi. Nilai bisnis proyek Palapa Ring berkisar Rp 20-21 triliun. Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Paket Barat, Paket Tengah, dan Paket Timur.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika

Rudi Antara, Menteri Komunikasi dan Informatika

Kami menargetkan proyek Palapa Ring dirampungkan akhir tahun 2018, sehingga seluruh kabupaten/kota terhubung dengan pita lebar (broadband) di tahun 2019. Kami meyakini, pembangunan Palapa Ring akan menciptakan efek domino bagi dunia bisnis, karena kami mengharuskan pembangunan Palapa Ring menggunakan jasa perusahaan kontraktor lokal dan menyerap tenaga kerja di daerah setempat. Itu merupakan tujuan Kemenkominfo dalam mendukung upaya pemerintah melakukan pemerataan pembangunan dan meningkatkan partisipasi masyarakat di daerah. Nantinya, pembangunan ini akan menggerakkan perekonomian karena kehadiran Palapa Ring dapat membuka peluang bisnis bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di setiap pelosok daerah.

Mereka diharapkan bisa meningkatkan bisnisnya dan beralih dari cara berdagang tradisional ke sistem perdagangan secara elektronik (e-commerce). Bahkan, mereka bisa mengembangkan jangkauan pasar agar bisa menjual produknya ke seluruh Indonesia dan luar negeri. Jadi, kami menegaskan proyek Palapa Ring merupakan pembangunan infrastruktur komunikasi yang menjadi tulang punggung e-commerce ke depan.

Hadirnya Palapa Ring juga akan meningkatkan pendidikan melalui fasilitas Internet dan taraf perekonomian masyarakat melalui kegiatan ekonomi digital. Kami mendukung pengembangan e-commerce dan mengharapkan setiap sektor serta para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif menunjang perkembangannya. Apalagi, Indonesia pada 2020 diperkirakan akan menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Kami pun melibatkan setiap unsur masyarakat dan komunitas ekonomi untuk mendukung hal itu. Sebagai contoh, kami memercayakan sertifikasi e-commerce kepada Indonesian E-Commerce Association (idEA) selaku asosiasi yang memahami seluk-beluk perdagangan elektronik. idEA melakukan akreditasi e-commerce untuk melindungi konsumen, misalnya sistem pembayaran, cara bertransaksi dan hal lainnya. Kami menyediakan koridornya, tetapi idEA menata aturannya karena mereka lebih memahami ekosistem e-commerce. Ini kami lakukan untuk membangun hubungan horisontal antara pemerintah dan masyarakat guna menciptakan iklim partipastif. Karenanya, kami tidak membatasi e-commerce.

Kemenkominfo juga sudah menyiapkan peta jalan (roadmap) e-commerce yang nantinya diumumkan lebih lanjut penataannya oleh kementerian terkait. Kami memproyeksikan, nilai transaksi e-commerce pada 2017 tumbuh 30%-40% dari estimasi transaksi pada 2016 senilai US$ 25 miliar. Pertumbuhan nilai transaksi e-commerce itu akan terus melejit dan nilainya pada 2020 akan mencapai US$ 130 miliar. Selain Palapa Ring, kami ingin meningkatkan efisiensi dan pelayanan. Caranya, kami membenahi industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) lebih efisien agar harganya terjangkau konsumen. Strategi efisiensi ini, antara lain, mendorong pelaku usaha TIK saling berbagi infrastruktur dan kami gencar membangun infrastruktur pita lebar. Pembangunan pita lebar ini terdiri dari tiga komponen yang kami istilahkan sebagai device, network dan application (DNA). Beragam pembangunan infrastruktur itu diimbangi dengan meningkatkan keamanan siber (cyber security) untuk meningkatkan kesadaran pelaku bisnis online dan masyarakat mengenai kemanan dan kenyaman bertransaksi elektronik. Kami di tahun 2016 menyelesaikan standardisasi cyber security di sektor perbankan dan keuangan, transportasi dan energi. Keamanan siber merupakan upaya kami untuk menjaga pertumbuhan industri TIK. Setiap tahunnya, pertumbuhan industri TIK sekitar 9%. Sektor TIK itu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata sebesar 5%. Bagi kami, momentum ini harus dijaga di masa mendatang.

Editor : Irmina Irawati
Journalist : Tiffany Diahnisa

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Prasmul Bikin iGloos, Hunian Darurat Multifungsi

Indonesia kerap dilanda bencana alam. Hunian untuk pengungsi kerap menjadi masalah. Dari data BNPB, jumlah pengungsi internal di Indonesia hingga...

Close