Menyiapkan Masyarakat Pesisir untuk Tingkatkan Produktivitas Budidaya Rumput Laut

Yayasan Kalimajari dengan visi membangun  bersama masyarakat, memperkuat, dan mengembangkan komoditas lokal secara  berkelanjutan  berkolaborasi  dengan  Kementerian  Kelautan  dan  Perikanan  Indonesia  melalui  Direktorat  Jenderal  Perikanan  Budidaya  untuk  mengadakan  lokakarya  tata kelola pembibitan rumput laut untuk meningkatkan produktivitas.

“Berdasarkan perjalanan program dan pembelajaran yang ditemukan di lapangan, terdapat  beberapa  hal  yang  berkontribusi  terhadap  produksi  dan  produktivitas  budidaya  rumput  laut,  mulai  dari  ketersediaan  bibit  yang  berkualitas  dan  keberlanjutannya  serta  jaminan distribusi yang aman sampai ke pembudidaya, juga ketepatan sasaran,” jelas,” Direktur  Yayasan Kalimajari IGA Agung Widiastuti.

Rendahnya  keterlibatan  pihak  swasta  dalam  riset  maupun  penyediaan  bibit  yang  berkualitas,  serta  mekanisme  komunikasi  dan  koordinasi  antar  pemerintah  pusat  dan  daerah  yang  belum  optimal dalam merancang program bisa menjadi penghambat. Dari sisi pembudidaya, terlihat masih kurangnya  pengetahuan dan informasi teknik yang baik dan benar khusus pembibitan.

Merujuk pada pentingnya perhatian terhadap hal-hal di atas, program lokakarya ini bertujuan  untuk  menguatkan  konsep  PPP,  yaitu  public  private  partnership  yang  menjadi  pondasi  utama  dan  membawa  ke  tataran  implementasi  dalam  bentuk  kolaborasi  yang  kuat  antara  pemerintah  pusat,  daerah,  lembaga  riset,  dan  private  sector  dengan  perannya  masing- masing  melalui  runutan  proses.

Dr. TB. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc. selaku Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP yang hadir pada acara tersebut menjelaskan bahwa, rumput laut merupakan komoditas budidaya  yang  menjadi  salah  satu  sektor  unggulan  di  masa  2022  -  2024 mendatang.  Menyiapkan  industri ini menjadi sangat penting, terutama untuk dapat memenuhi permintaan yang terus  meningkat, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Upaya untuk memenuhi naiknya permintaan tersebut tentu saja perlu adanya peningkatan  produksi dan produktivitas. Peningkatan produksi rumput laut memerlukan ketersediaan bibit  secara berkesinambungan. Maka, salah satu kebijakan Direktorat Jenderal Perikanan  Budidaya dalam mendukung penyediaan bibit unggul yaitu dengan pemberian paket  bantuan  KBRL  (Kebun  Bibit  Rumput  Laut)  kultur  jaringan  di  kawasan  pengembangan  budidaya rumput laut, hal ini bertujuan untuk dapat menjaga ketersediaan bibit unggul baik  dari segi kualitas, kuantitas, serta keberlanjutannya,” jelas Dr. TB. Haeru Rahayu.

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk memastikan perencanaan bantuan lebih tepat  sasaran. Hal ini juga disampaikan oleh Ir. Nono Hartanto, M.Aq. selaku Direktur Perbenihan  Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP. “Sasaran bantuan paket KBRL ini adalah para  pembibit  yang  tergabung  di  dalam  kelompok  pembudidaya  rumput  laut.  Diharapkan  para  pembibit rumput laut ini dapat memasok kebutuhan bibit untuk para pembudidaya, sehingga  dapat  meningkatkan  produksi  rumput  laut  serta  kesejahteraan  para  pembudidaya  rumput  laut,” Nono menjelaskan.

Bantuan  Kebun  Bibit  Rumput  Laut  nantinya  akan  disalurkan  oleh  Unit  Pelaksana  Teknis (UPT DJPB), ada pun Unit Pelaksana Teknis yang terlibat dalam penyaluran ini antara lain,  Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Budidaya Laut Ambon, Balai  Budidaya  Air  Payau  Takalar,  Balai  Perikanan  Budidaya  Air  Payau  Situbondo,  Balai  Besar  Budidaya  Air  Payau  Jepara,  dan  Balai  Budidaya  Laut  Lombok.  Rincian  Paket  Bantuan  Kebun  Bibit  Rumput  Laut  akan  disesuaikan  dengan  kondisi  di  lapangan,  seperti  ukuran  kebun bibit, metode budidaya yang digunakan, dan waktu pengiriman.

Dengan  terlaksananya  kerjasama  dengan  pemerintahan  daerah  Kepulauan  Yapen,  Tonny  Tesar, S.Sos, Bupati Kepulauan Yapen menyampaikan potensi pengembangan rumput laut  yang  mampu  dicapai  melalui  pelaksanaan  program ini. “Kepulauan Yapen memiliki potensi  area  yang  cukup  luas  bagi  pengembangan  pembudidayaan  rumput  laut  dengan  total  270  hektar gabungan dari beberapa distrik mulai dari distrik Yerui, bagian paling barat  Kepulauan  Yapen,  hingga  distrik  Yapen  Timur.  Dengan  luas  area  tersebut,  diprediksi  mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.160 orang,” ungkap dia.

Nur  Muflich  Juniyanto,  S.Pi.,  M.Si.,  Kepala  Balai  Perikanan  Budidaya  Laut  (BPBL)  Ambon,  DJPB,  KKP  menyampaikan  bahwa  BPBL  Ambon  terus  berupaya  untuk  mendistribusikan  bibit rumput laut kultur jaringan hingga keseluruh pelosok Indonesia sehingga dapat  mengganti  rumput  laut  lama  yang  sudah  mulai  menurun  kualitasnya.  Upaya  konkrit  untuk  mendukung  budidaya  rumput  laut  diantaranya  (1)  peningkatan  produksi  bibit  rumput  laut  kultur  jaringan,  (2)  Perbaikan  Teknik  Distribusi  Bibit  Rumput  Laut  Kultur  Jaringan,  (3)  Peningkatan  Penguasaan  Teknologi  Budidaya  bagi  Pembudidaya  dan  (4)  Sinergi  dan  Kolaborasi antar Stakeholders. 

Melalui program ini, Kalimajari memproyeksikan mampu memberikan dampak kepada lebih  dari 30.000 rumah tangga pembudidaya di akhir tahun 2023 dengan peningkatan  produktivitas sekitar 30% pada pembudidaya yang sudah ada, dan peningkatan pendapatan  sekitar 47% pada pembudidaya baru.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)