Merancang Anggaran Berbasis Kinerja

Muhammad Yusuf Ateh Muhammad Yusuf Ateh (kiri) menerima kenang-kenangan dari Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua.

Sudahkah instansi pemerintahan yang Anda pimpin menerapkan basis kinerja (outcome oriented) dalam merancang anggaran? Dalam anggaran berbasis kinerja maka program dan kegiatan yang dirancang harus terkait langsung dengan tujuan yang ingin dicapai. “Semua harus dimulai dengan pertanyaan untuk apa keberadaan organisasi kita,” tandasMuhammad Yusuf Ateh, Ak., MBA, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi. Ateh menekankan hal ini di hadapan 150 pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Propinsi Maluku pada 31 Juli 2017 yang lalu.

Menurut Ateh, salah dalam mendifinisikan tujuan keberadaan suatu organisasi, bisa berakibat salah pula dalam menentukan program kegiatan yang akan dilakukan. Contoh, masih ditemukannya Bappeda yang menuliskan tujuan keberadaan organisasinya adalah untuk mencatat dokumen perencanaan. Keberadaan Inspektorat untuk menyusun hasil laporan pengawasan, dll. “Itu kan sangat-sangat tidak penting,” tandas Ateh yang pada acara ini didampingi Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua. Ateh bersama tim pagi itu hadir di kantor Gubernur Maluku dalam rangka penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Pemda Maluku.

Peserta Penguatan SAKIP Pemda Maluku

Menurut Ateh penulisan tujuan keberadaan suatu kedinasan di bawah Pemda harus bisa mendukung keberadaan pemerintah daerah yang ingin meningkatkan perekonomian dan memakmurkan masyarakatnya. Misal, keberadaan Dinas Perikanan adalah untuk meningkatkan produksi perikanan. Keberadaan Dinas Pariwisata untuk meningkatkan jumlah pariwisata. Keberadaan Dinas Sosial untuk menurunkan angka kemiskinan. Dan seterusnya. “Kan keren kalau seperti itu,” tambah Ateh. Setelah tujuan dirumuskan dengan benar, lalu disiapkanlah alat ukurnya, diikuti dengan pencantuman target yang jelas pula. Misal, target Dinas Perikanan tahun 2017 akan meningkatkan produksi perikanan sebesar 10% dari berapa ton ke berapa ton.

Setelah target ditetapkan dengan jelas lalu dirumuskan rencana kegiatan untuk mencapai target tersebut, baru diajukan anggarannya. Jadi, money follow the program – demikian istilahnya, sehingga akan mencegah kegiatan “siluman” atau penyimpangan lainnya. Pencantuman target yang jelas juga akan memudahkan evaluasi tercapai tidaknya target tersebut pada akhir periode. Itulah kurang lebih gambaran anggaran yang berbasis kinerja.

Jika salah menyantumkan tujuan, pemakaian anggaran bisa melayang sia-sia. Ateh mengambil contoh kejadian di suatu Pemkot yang dalam penyusunan anggaran menempatkan pembuatan gorong-gorong sebagai tujuan. Benar, anggaran yang turun memang dipergunakan untuk pembuatan gorong-gorong di sana sini. Anehnya ketika musim hujan tiba, tetap saja daerah itu dilanda banjir. “Ya terang saja karena antara gorong-gorong yang satu tidak nyambung dengan gorong-gorong yang lain.” Harusnya, lanjut Ateh, tujuan yang ditetapkan adalah untuk mengatasi banjir sehingga tindakan terkaitnya membuat saluran-saluran untuk mempercepat aliran air.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)