Merchant QRIS di Bali Meningkat 447\% sejak Awal 2020

Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho, pada acara launching Implementasi Digitalisasi Pembayaran yang Sehat di Masa Covid-19 New Normal di Lingkungan Korem Wirastya Bali, Rabu (14/10).

Bali  menjadi daerah yang paling terdampak akibat pembatasan sosial karena penurunan kegiatan pariwisata karena Covid-19. Pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi sebesar -10,98\% (yoy) pada triwulan II 2020. Di tengah turunnya kinerja ekonomi, pergeseran interaksi antar manusia yang mengedepankan faktor cleanliness, health, safety, and environmental (CHSE) justru mempercepat integrasi ekonomi keuangan digital dan berpengaruh pada industri digital di Indonesia secara luas. 

Penelitian yang dilakukan Redseer  menunjukkan selama Covid-19, penggunaan platform digital di Indonesia semakin meningkat pada bidang perdagangan, edukasi, kesehatan, transportasi dan untuk pembayaran. Penggunaan platform oleh pelaku usaha dan masyarakat pengguna di tengah pandemi membantu ekonomi tetap berputar serta membantu percepatan transformasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia.

“Pandemi Covid-19 telah menciptakan perubahan perilaku masyarakat, seiring dengan pandemi yang menyebabkan pergeseran interaksi antar manusia, seperti mengurangi intensitas pertemuan fisik, tatap muka, termasuk juga meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi pembayaran.  Masyarakat kini banyak beralih menggunakan pembayaran digital, seperti QRIS, uang elektronik, internet banking dan mobile banking,” ungkap  Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho, pada acara launching Implementasi Digitalisasi Pembayaran yang Sehat di Masa Covid-19 New Normal di Lingkungan Korem Wirastya Bali, Rabu (14/10) sebagai  Korem pertama di Indonesia dalam penerapan transaksi digital untuk menunjang aktifitas sehari-hari dengan menggunakan QR Code Indonesia Indonesian Standard  (QRIS).

Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran merespon perkembangan yang terjadi dan berupaya untuk menjadikan sistem pembayaran yang efisien dan efektif dan mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan alat pembayaran non tunai dalam bertansaksi melalui media nirsentuh sepert internet banking, mobile banking, uang elektronik server based, dan pemanfaatan kanal QRIS. “Kebijakan Bank Indonesia mendorong implementasi QRIS menjadi salah satu solusi untuk bertransaksi cara bayar aman dan sehat ditengah pandemi Covid-19,” kata Trisno.

Transaksi menggunakan QRIS menurut Trisno meningkat selama masa pandemi. Secara nasional transaksi QRIS bulanan tumbuh lebih dari 35 \%, mencapai 2,9 juta transaksi sebulan. Sedangkan untuk wilayah Bali, hingga 9 Oktober 2020, total merchant QRIS yang tercatat  mencapai 139.538 merchant atau meningkat hingga 447\% sejak awal tahun 2020, dengan dominasi pada Usaha Kecil dan Mikro (kurang lebih 57\%) yang selama ini sangat terbatas aksesnya untuk menggunakan pembayaran non tunai yang dilayani 40 penyelenggara baik bank maupun non bank sehingga lebih 4,5 juta masyarakat Bali siap melakukan pembayaran dengan menggunakan QRIS.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)