Mimpi Mobil Terbang Bakal Jadi Kenyataan

Google dan Urban Aeronautics Israel tengah berlomba menciptakan mobil terbang. Ini bukan rekayasa seperti dalam film fiksi ilmiah, namun sudah menyadi sebuah kenyataan dimana mobil tersebut merupakan solusi kemacetan yang kerap terjadi di kota-kota besar dunia. Jika Google maupun Urban Aeronautics Israel tengah bersiap akan meluncurkannya pada beberapa tahun ke depan, PAL-V Liberty, mobil terbang yang diciptakan di Belanda, justru yang akan segera mengaspal dan mengangkasa, serta dijual ke publik yang berminat.

Mobil Terbang Sumber: CNN Indonesia

Adalah PAL-V, perusahaan asal Belanda yang telah membuka pemesanan mobil terbang. Seperti diberitakan Techcruch, Selasa, 14 Februari 2017, PAL-V membuka pemesanan tahap awal sebanyak 90 unit. Harga yang ditawarkan per unit nya Rp 5,3 miliar sebelum pajak. Mobil terbang telah berhasil dalam uji coba tersebut itu mampu menarik perhatian publik, termasuk juga dari pihak kepolisian.

Menurut Robert Dingemanse, Chief Executive Officer PAL-V, mobil yang telah dikembangkan selama lebih dari empat tahun itu kini sudah menjalani berbagai pemeriksaan dan layak terbang. PAL-V Liberty bisa dikendarai baik di jalan darat dan udara, dan telah mengantongi izin aturan hukum penerbangan. Mobil terbang ini layaknya helikopter yang dilengkapi baling-baling panjang di bagian atas. Sedangkan baling-baling lebih kecil berada belakang sebagai pendorong.

Mobil beroda tiga ini juga bisa terbang berkat sebuah rotor dan propeller yang bisa dikembangkan dalam waktu 10 menit. PAL-V bisa mengudara hingga ketinggian di bawah 4.000 kaki atau 1.200 meter. Soal kecepatan, mobil ini bisa tembus hingga 180 kilometer per jam baik di udara atau di darat. Tak hanya itu, kendaraan ini hanya memerlukan lintasan yang relatif pendek untuk terbang dan mendarat.

Kendaraan ini berbobot 1.500 pon yang terbuat dari bahan rangka serat karbon, titanium, dan aluminium, sehingga cukup ringan untuk diterbangkan. Untuk sektor dapur pacu, PAL-V mengusung mesin bensin empat silinder yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 230 HP . Adapun kapasitas tanki bensin dapat menampung 27 galon, dengan jarak perjalanan saat terbang mencapai 220 mil pada ketinggian rendah sekitar 4.000 kaki, atau dikendarai di darat sejauh 750 mil.

Sementara itu, perusahaan teknologi Urban Aeronautics yang berbasis di Israel juga mengembangkan mobil terbang otonom yang diberi nama The Commorant. Direncanakan mobil ini akan terbang pada 2020 mendatang. The Comorant diklaim bisa melaju di udara dengan kecepatan mencapai 185 kilometer per jam dengan kemampuan angkut beban hingga 500 kilogram.

Menurut Rafi Yoeli, CEO Urban Aeronautics, The Commorant adalah mobil terbang yang dikendalikan jarak jauh dan bisa menembus berbagai kendala. “Bayangkan di sebuah kota ada ledakan bom dan gas kimia tapi kendaraan ini bisa menerobosnya dengan kendali jarak jauh, lalu mensterilkan area tersebut," katanya.

Reuters mewartakan, penempatan rotor yang signifikan mempermudah gerakan mobil terbang saat bermanuver di antara gedung dan terhindar dari kabel listrik yang melintang. Dengan kemampuan demikian, The Comorant memang ditujukan untuk medan berbahaya atau operasi militer Diperkirakan harga mobil ini akan mencapai US$ 14 juta atau senilai Rp 188 miliar..

The Cormorant masih menunggu syarat layak terbang dari Federal Aviation Administration (FAA). Sejak diujicoba pada November lalu mobil terbang ini tidak mengalami kendala. (Rian S/CNN/Techcruch)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)