Minimartket LEU Mart Cari Investor, Tidak Harus Muslim

Presiden RI Joko Widodo meresmikan LUE Mart di Ponpes An Nawawi, Serang, Banten (14/3/2018)

Kesempatan berwirausaha di tengah-tengah masyarakat haruslah mendapatkan porsi yang sama bagi semua kalangan. Adanya ketidakmerataan kesempatan ini mendorong Lembaga Ekonomi Umat (LEU) melakukan sebuah terobosan baru, agar kesempatan berwirausaha mampu diakses oleh kalangan yang lebih luas. LEU hadir sebagai ritel outlet untuk umat, yang diberi nama LEU Mart.

Bertempat di Pondok Pesantren An Nawawi, Serang, Banten, telah diresmikan gerai pertama LEU Mart oleh Presiden RI Joko Widodo. Melalui jaringan ritel ini, diharapkan dapat meningkatkan para pedagang tradisional menjadi pedagang yang lebih modern untuk mengakomodir keinginan dan aspirasi konsumen demi menciptakan “Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Umat”.

Direktur Utama LEU Mart, Bambang Wijonarko, menyatakan, sistem konsinyasi didukung dengan sistem teknologi informasi (TI) yang terintegrasi, belum dimiliki oleh ritel yang lain. "Diperkuat dengan adanya pelatihan dan pendampingan para mitra secara gratis, LEU Mart mampu menghadirkan sebuah konsep baru dalam bidang ritel," ujar Bambang dalam rilisnya (14/3/2018).

Negosiasi pun dilakukan secara langsung kepada para prinsipal, seperti Pertamina Ritel, Mayora, Orang Tua, Garuda Food Indoofood, Unilever, Wings, Central Pertiwi Bahari/Fiesta dan lainnya, serta didukung penuh oleh PT Pos Logistik, Telkom Sigma, Infomedia Telkom, dan BNI Syariah sebagai mitra kerja LEU Mart.

Hal ini menjadikan LEU Mart mampu menghadirkan beragam produk dengan harga kompetitif. Konsep ini menjadikan modal untuk menjadi mitra LEU Mart sangat terjangkau. Hadir ditengah-tengah umat, LEU Mart pun mendukung produk-produk UMKM untuk dapat dijual dijaringan ritel tersebut. Hal ini tidak lepas dari dukungan serta kerja sama dengan pihak Kementerian Koperasi dan UMKM RI dan PINBAS MUI dalam melakukan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM, agar mampu menghasilkan produk yang sesuai standar yang berlaku serta mampu bersaing.

Empat keunggulan LEU Mart dibanding ritel lainnya adalah tidak ada royalty fee, tidak franchise fee, produk yang dijualnya menggunakan sistem konsinyasi, dan prinsipal tidak dikenakan listing fee.

Diakui oleh Bambang bahwa beberapa produk bahan baku, seperti gula belum mampu memberikan harga kompetitif. Sesuai dengan kebijakan pemerintah, beberapa bahan pokok harus beli dari perusahaan tertentu yang ditunjuk, menjadikan akses pembelian kepada pengusaha bahan pokok secara langsung belum dapat dilakukan. Ini menjadikan harga beberapa bahan pokok tidak dapat bersaing..

Direktur Operasional LEU Mart, Ronny Indradi, mengatakan, pihaknya akan terus ekspansi dengan 1.000 gerai LEU Mart di wilayah Jabodetabek dan direncanakan dalam 1 tahun mendatang menjadi 10 ribu LEU Mart di seluruh Indonesia dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun. Bagi calon investor, dapat mengisi aplikasi di website, membayar uang pendaftaran Rp 500 ribu dimana uang ini akan dikembalikan penuh jika tidak lulus survei. Biaya investasinya juga rendah. “LEU Mart terbuka bagi investor manapun yang ingin membuka toko ini, tidak khusus bagi umat Islam saja,” tegas Ronny.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)