Minimnya Ilmuwan Data, Picu Sinergi Algoritma dan Kumpul

Kerja sama Algoritma dan Kumpul ditujukan agar jumlah ilmuwan data di Indonesia terus meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan SDM di perusahaan

Algoritma meresmikan kerja sama dengan Kumpul sebagai upaya dalam meningkatkan SDM ilmuwan data di Indonesia. Kerja sama ini di antaranya mencakup pemberian tempat untuk belajar dan pelatihan untuk berkarier di dunia data science.

Pelatihan secara technical skill dan soft skill ini pun ditujukan agar talenta muda Indonesia memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam pengolahan dan penggunaan data. Nantinya, program-program yang diluncurkan Algoritma akan didukung oleh Kumpul Hub di 10 kota di Indonesia.

Di era industri 4.0 saat ini, permintaan ilmuwan data semakin meningkat. tapi sayangnya masih banyak yang belum menguasai dan memiliki keterampilan dalam ilmu data. Perkembangan industri tidak lepas dari meningkatnya pemanfaatan teknologi dan data.

Menurut Lembaga Riset Telematika pada Januari 2019, penggunaan teknologi dan digital mendorong jumlah data terus meningkat. Diprediksi tahun 2020, data akan mencapai 35 triliun Gigabyte. Hal ini mempengaruhi pengolahan data pada sebuah perusahaan sehingga terjadi peningkatan permintaan ilmuwan data, namun permintaan dan ketertarikan masyarakat di bidang ini memiliki selisih yang besar.

Kerja sama ini bertujuan  membuka wawasan dan mendorong masyarakat mengenal lebih dalam serta memiliki keterampilan data science secara profesional. Faye Alund, Co-founder Kumpul, mengungkapkan,  keahlian yang banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia adalah  inovasi produk, namun sangat sedikit di pengolahan data. “Di tahun ini, kami akan perkuat awareness masyarakat terlebih dahulu mengenai kebutuhan data science ini,” ujar Faye.

Nayoko Wicaksono, CEO Algoritma, menyebutkan,  SDM bidang data science ini memiliki daya jual yang sangat mahal, namun masih sedikit jumlahnya di Indonesia. "Target kami di tahun ini akan melakukan pelatihan di 2 kota dulu, yakni di Jakarta dan Bandung, ke depannya akan ke diadakan ke 6 kota lainnya,” papar Nayoko.

Kemampuan yang paling dibutuhkan di era Industri 4.0 ini adalah kreativitas. Fei Tony Liu, Chief Innovation Officer FSG, menambahkan,  kombinasi antara pengetahuan dalam pemanfaan teknologi, data statistik, dan kreativitas dalam memberikan solusi, akan menjadi kekuatan yang besar bagi bisnis yang sedang dan akan dijalani.

Di tahun 2019 ini, Algoritma menargetkan untuk mencetak 100 hingga 200 data scientist terlebih dahulu. Terhitung sejak Januari 2018, sudah ada lebih dari 300 alumni yang melakukan pelatihan penuh selama tiga bulan. Dari awal berdiri pada Juni 2017 hingga sekarang, Algoritma sudah melatih sebanyak 1.200 orang.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)