Mise Bukukan Penjualan Rp 20 Miliar Tiap Bulan

Tidak banyak perusahaan rintisan (startup) yang bisa mencatat pembukuan positif, apalagi dengan nilai penjualan yang bagus dalam setahun.

Mise.id salah satu perusahaan rintisan yang berhasil mencapai itu. Konsep penjualan online-offline menjadi kekuatan toko online ini. Bukan sekadar toko, Mise juga menawarkan konsep kemitraan bagi para shogun—sebutan bagi mitra penjualan produknya­—dengan membuat toko online tanpa memiliki stok barang dan modal sendiri.

Toko online ini di bawah bendera PT Mitra Bahagia Nippindo yang 49% sahamnya dimiliki oleh MicroAd Japan dan 51% saham dimiliki oleh Corfina Ad, perusahaan yang fokus di digital advertising sejak 2011.  MicroAd Japan sendiri 80% sahamnya dimiliki oleh Cyber Japan dan sisanya Softbank Japan. “Mise didukung oleh tim digital yang kuat serta profesional berpengalaman, termasuk Takaba yang mewakili MicroAd sebagai perwakita MicroAd Japan,” kata Suryanto Wijaya, yang juga pendiri Corfina Ad.

Kata Mise diambil dari Bahasa Jepang yang berarti toko ini menurut Harry Karundeng, pendiri Mise, melihat potensi e-commerce di Indonesia meski bertumbuh pesat, namun di sisi lain dari segi konsep bisnis sebenarnya sudah jenuh. “Maka itu kami memilih konsep online-offline, yang menggabungkan penjualan konvensional, digital selling, menggunakan kekuatan media sosial dan mengambil konsep MLM (multi level marketing). Kami ambil konsepnya MLM saja, tapi bukan berarti kami ini MLM,” katanya.

Menurutnya, Mise dipercaya terlebih dengan dukungan produk-produk Columbia sebagai salah satu merchant terbesar produk-produk yang dijual di toko online ini. Alhasil, memungkinkan konsumen bisa membeli secara kredit tanpa kartu kredit. “Jadi dalam Mise, para mitra kami yang disebut shogun bisa membangun toko-koto sendiri, dengan mengambil produk-produk yang menjadi merchant rekanan untuk dijual di tokonya. Para shogun tidak harus memiliki produk tersebut, jadi kami membangun ekosistem. Tiap produk yang dijual ada bonus yang para shogun bisa raih,” jelasnya.

Saat ini dikatakan Harry ada 20 ribu shogun yang berhasil direkrutnya selama 1 tahun berdiri. “Kami menargetkan bisa mencapai 1 juta shogun, dengan begitu makin banyak orang meningkat taraf hidupnya. Para shogun bisa menrekrut lagi mitra dibawahnya, untuk menjual produk di tokonya, tapi tentunya ada sharing bonus yang mereka terima,” ujarnya.

Kini, Mise memiliki lebih dari 5.000 SKU produk yang terdiri dari produk elektronik, gadget, produk kesehatan, furnitur, alat rumah tangga, perlengkapan dapur, produk kecantikan, fashion, otomotif, mainan, dan beragam produk terkait hobi dari 50 merchant termasuk Columbia. Menurut Harry, untuk mendorong para shogun berjualan dan meramaikan toko-tokonya, pihaknya memberikan insentif menarik  seperti liburan ke luar negeri dan luar negeri.

“Dua shogun yang berhasil mencapai produktivitas tinggi dan memenangkan insentif jalan-jalan ke luar negeri mereka dari Jawa Timur dan luar Jawa,” katanya. Darwin Leo, Vice Group CEO Columbia. Dia mengakui Mise menjadi mitra pendukungnya dalam mengambangkan bisnis, serta memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin memiliki toko tapi tanpa harus memiliki modal dan barang sendiri. “Penjualan Columbia terdorong tumbuh 10-15 persen dari Mise,” ungkap Darwin, tanpa mau menyebut nilai total penjualannya.

Menurut Harry, Columbia merupakan merchant terbesar yang mendukung produk-produk Mise. “Tahun 2017 penjualan Mise sekitar Rp 20 miliar per bulan. Target kami tahun ini berharap bisa double penjualannya dan bisa mencapai 50 ribu shogun. Cashflow kami sudah positif, jadi secara bisnis kami sehat,” ujarnya mengkalim.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)