Mitigasi Iklan Palsu dalam Bisnis Berbasis Daring

TrafficGuard berupaya membantu bisnis berbasis daring di Indonesia agar semakin terlindungi dari pemasangan iklan palsu dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dengan semakin tingginya pengguna smartphone dan maraknya aplikasi pendukungnya, ternyata banyak juga pihak yang memanfaatkan kondisi ini dengan menyediakan ad fraud atau iklan palsu.

Hal ini dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan yang instan, tapi dengan menyediakan iklan palsu bagi pengunjung aplikasi atau situs web dari pemilik bisnis.

Di dalam artikel ini, SWA Online melakukan wawancara bersama Luke Taylor, Pendiri TrafficGuard, startup asal Australia yang berdiri sejak tahun 2018 lalu. Berikut ringkasan tanya-jawab tentang misi yang ditawarkannya kepada seluruh pelaku bisnis berbasis daring.

Apa alasan Anda ingin masuk ke pasar Indonesia?

Kami sangat beruntung dapat bekerja sama dengan dua perusahaan teknologi besar di Indonesia, yakni Bukalapak dan Gojek. Dengan solusi yang kami miliki, kami berharap nantinya setiap bisnis yang ada di Indonesia bisa melawan iklan palsu. Setelah kami berbicara banyak dengan bisnis yang ada, ternyata mereka telah banyak kehilangan dana untuk iklan.

Kami berharap semua bisnis di Indonesia dan negara lain dapat mengantisipasi maraknya iklan palsu ini. Iklan palsu ini sendiri dibentuk oleh pihak ketiga dan menarik keuntungan dari pengguna aplikasi dengan menampilkan engagement palsu. Kami melindungi setiap klien kami dengan melakukan block kepada iklan palsu tersebut di setiap aplikasi yang digunakan oleh klien kami.

Siapa target pasar dari layanan TrafficGuard?

Target pasar kami adalah semua perusahaan atau bisnis yang menggunakan jaringan pemasaran online, baik berupa situs web atau aplikasi. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia secara spesifik, trennya memang sedang meningkat antara pengguna aplikasi dengan pengguna smartphone. Contohnya adalah bisnis e-commerce yang menggunakan layanan berbasis mobile, atau aplikasi pengantar makanan, hiburan hingga transportasi yang tersedia di Play Store dan AppStore.

-Apakah ada tantangan besar dari kompetitor di Asia Pasifik, terutama di Indonesia?

Bahkan dalam skala global, kami tidak memiliki banyak kompetitor yang bergerak di bidang serupa. Namun tantangan kami sesungguhnya adalah membantu pemilik bisnis agar tetap bisa menggunakan channel pemasaran yang sesuai dengan strategi mereka dan melindungi channel yang mereka gunakan.

Berdasarkan permasalahan yang kami temukan, banyak dari pemilik bisnis mengubah ke channel pemasaran yang baru, hanya karena adanya iklan palsu yang mengganggu jalannya proses bisnis. Biasanya, jika sebuah bisnis akan ekspansi ke luar negeri, tentunya penggunaan channel pemasaran juga akan berbeda-beda. Disinilah kami akan fokus memproteksi bisnis mereka secara luas, tidak memandang seberapa jauh mereka berekspansi. Efeknya bisa secara massif.

-Sudah berapa banyak klien yang menggunakan layanan TrafficGuard?

Selain Bukalapak dan Gojek, kami juga memiliki beberapa klien di negara-negara lain dengan skala perusahaan yang relatif lebih kecil. Dengan layanan ini, tentunya dapat memproteksi jutaan hingga miliaran pengguna smartphone dari iklan palsu yang ada di aplikasi atau situs web. Kami lebih fokus pada kinerja layanan kami, dibandingkan seberapa banyaknya isu yang sudah kami selesaikan.

Kami percaya bahwa mitigasi iklan palsu adalah hal yang paling utama serta mendukung mereka untuk dapat mencapai Return on Investment (ROI) yang telah mereka canangkan. Sejak setahun ke belakang, kami telah banyak melakukan penetrasi solusi ini di Australia dan sekarang mulai merambah ke negara-negara berkembang lainnya di Asia Pasifik.

Skema bisnis kami adalah Business to Business (B2B), di antaranya dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan atau brand yang telah menggunakan sarana pemasaran/iklan daring. Layanan ini tidak berdasarkan subscription, namun hanya pembayaran yang dilakukan di awal saja dengan kurs Dollar.

-Berapa banyak karyawan TrafficGuard saat ini?

Tim engineer kami berjumlah 30 orang dan 15 orang yang non-engineer/bisnis. Totalnya adalah 45 orang. Saat ini, kami belum memiliki tim khusus yang menangani operasional di Indonesia. TrafficGuard sudah menjadi perusahaan publik yang terdaftar di bursa efek di Australia. Sejauh ini, kami pun selalu menemukan permasalahan yang baru dan berbeda dari sebelumnya, yang nantinya akan kami pecahkan masalah tersebut bersama-sama.

-Apakah ada target di tahun ini dan beberapa tahun ke depan?

Permasalahan yang kami temukan sebelumnya adalah dengan adanya iklan palsu ini sudah bisa men-generate keuntungan mencapai US$ 18 miliar di regional APAC itu sendiri dan di prediksi akan meningkat dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Maka dari itu, kami akan terus memberikan kesadaran bagi seluruh pebisnis di Indonesia agar bisa melakukan proteksi di setiap iklan yang mereka pasang, channel pemasaran yang mereka gunakan, hingga kepada setiap pengguna dari aplikasi atau situs webnya.

Demi keberlangsungan masa depan periklanan yang lebih baik, kami akan berusaha membantu menyelesaikan permasalahan ini agar setiap bisnis bisa berjalan lebih baik dan juga transparan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)