MMKSI Makin Serius Garap Bisnis Fleet di 2019

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), akan makin serius menggarap fleet business untuk kategori MPV.

Langkah ini guna meneruskan sukses Mitsubishi Xpander sebagai mobil kategori small MPV yang sukses di pasar ritel.

Irwan Kuncoro, Direktur Sales dan Marketing MMKSI, mengatakan, fleet business bukan hal baru bagi Mitsubishi. “Mitsubishi Triton Double Cabin itu menguasai 60% pangsa pasar di kelasnya, tapi 80%-nya merupakan konsumen fleet. Volume per bulannya sangat tinggi. Light Commercial Vehicle (LCV) seperti Triton dan L300 banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan dan tambang,” jelasnya.

Tapi untuk passanger car, setelah Mitsubishi memiliki Xpander, pihaknya melihat peluang di segmen ini untuk bisnis fleet sangat besar maka itu harus digarap dengan lebih serius. Apalagi setelah  bersinergi dengan Garuda Indonesia.  “Bisnis Fleet memang masih relatif kecil porsinya dari total sales MMKSI menuju 10%, kami fokus di ritel sebelumnya, tapi mulai tahun depan bisnis fleet akan kami makin seriusi. Terlebih untuk passanger car pergerakan pertumbuhan penjualan tentu tidak akan sebesar di awal peluncuran,” terangnya.

Sgar sukses di bisnis fleet, terutama tahun depan, lanjut Irwan, pihaknya belajar dari bagaimana Sales Service Triton Double Cabin dan beberapa kendaraan niaga lain yang dikelola MMKSI. “Meski di remote area, kami layani dengan baik. Ada paket pembelian untuk bisnis. Khusus Xpander ada paket maintenance dan pelatihan bagi para driver terkait safety driving,” katanya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (11/12/2018).

Imam Choeru Cahya,  Group Head Sales & Marketing Group Division MMKSI saat wawancara khusus di Resto Bebek Tepi Sawah selepas acara, menjelaskan, keseriusan MMKSI menggarap bisnis fleet dengan mulai tahun ini dibentuk Fleet Department.

:Kami melihat potensi di fleet business sangat besar. Menurut data survei yang dilakukan MMKSI di 2017, yang menurut Imam tidak berbeda jauh dengan 2018, penjualan mobil sebesar 1.080.000 unit. Dari angka tersebut 30% dikonsumsi oleh fleet customer, dari prosentasi ini 40% dimakan oleh segmen mobil MPV yang jumlah kuenya hampir 150 ribu unit dalam setahun, Angka ini cukup besar, maka itu Mitsubishi harus masuk ke pasar fleet segmen MPV melalui Xpander,” tegasnya.

Meski tidak mau menyebut angka target tahun depan, yang jelas dengan masukan Garuda Indonesia sebagai klien fleet business mereka yang sangat besar dengan 401 unit Xpander yang akan digunakan sebagai awak kabinnya, perusahaan-perusahaan besar lain akan mengikuti untuk menjadi klien MMKSI. “Sebelum Garuda sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan lain yang menjadi customer fleet Xpander, satu perusahaan ada 40 unit, tapi tidak sebanyak Garuda Indonesia,” imbuh Irwan. Namun ia menegaskan Xpander tidak akan membidik perusahaan taxi daam menggarap bisnis fleet ini.

Ari Akshara Direktur Utama Garuda Indonesia mengungkapkan, dipilihanya Xpander sebagai kendaraan operasional awak kabin Garuda Indonesia selain alasan safety, juga karena harga dan kenyamanan mobil tersebut. “Awak kabin kami harus fresh ketika melayani penumpang. Sebelumnya, Garuda menggunakan mobil Toyota dan Honda untuk kendaraan operasional awak kabin.

“Sejak diluncurkan pada Oktober 2017 Xpander telah mencapai permintaan lebih dari 115.000 unit dengan pangsa pasar total 30%. Kerja sama dengan Garuda Indonesia ini menjadi bisnis fleet terbesar dari Small MPV andalan Mitsubishi saat ini," ujar Naoya Nakamura, Presdir MMKSI.

Sebanyak 401 unit Xpander digunakan Garuda Indonesia dalam kerjasama armada ini.  Pada tahap pertama di Oktober 2018 sebanyak 119 unit Xpander telah beroperasi, dan pada tahap ke-2 di Desember 2018, sebanyak 282 unit Xpander telah diserahkan. Dalam kerja sama ini, XPander yang digunakan adalah varian GLS MT dengan warna Sterling Silver Metallic, yang telah dipasang stiker / decal branding sesuai dengan karakter perusahaan Garuda Indonesia.

Unit yang diserahkan pada tahap ke-2 ini akan digunakan sebagai kendaraan operasional dan unit shuttle transportasi untuk awak kabin Garuda Indonesia di area Jabodetabek dari tempat tinggalnya menuju ke bandara. “Setelah menggunakan Xpander seperti namanya, jarak jemput awak kabin pun di expand yang semula hanya 30 kilometer, kini bisa sampai 90 kilometer, jadi awak kabin yang rumahnya di Bogor pun bisa dijemput,” ungkap Ari. Ia mengatakan jika dengan dua anak perusahaan penerbangan yang dimiliki Garuda Indonesia bisa saja Xpander yang digunakan mencapai 1.000 unit.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)