Modalku Salurkan Rp157 Miliar Untuk 300 Jenis Usaha UMKM

Fintech Modalku menjadi salah satu layanan peer-to-peer lending berbasis teknologi finansial yang menjadi pionir di Indonesia. Hadirnya fintech ini mendukung pertumbuhan bisnis lokal dengan cara yang inovatif dengan menghubungkan UKM berpotensi dengan pemberi pinjaman. Modalku tidak hanya melayani usaha mikro, tetapi juga UMKM dengan pinjaman sebesar Rp 50 juta sampai Rp 2 miliar. Menurut CEO Modalku, Reynold Wijaya, Modalku akan mengakomodasi permintaan, dapat kecil sekali atau besar, sesuai kemampuan peminjam. Semua pinjaman yang disalurkan berasal dari orang lain (pemberi dana), di sini Modalku bertindak sebagai perantara dari pemberi dana pinjaman.

Menurut Reynold, pinjaman yang diberikan lewat Modalku rata-rata sekitar Rp500 jutaan per transaksi. Pinjaman ini diberikan melalui scoring yang akan ditentukan oleh Modalku. Besar plafon kredit mencapai 2miliar dengan bunga 12-20% per-annum. Berdasarkan pengalaman Modalku juga memberikan pinjaman pada usaha mikro dari berbagai jenis usaha yang kebanyakan usaah dagang untuk toko. “Sampai saat ini total dana yang telah tersaluran sekitar Rp 157 miliar untuk hampir 300 jenis usaha. Ini merupakan pencapaian yang cukup bagus karena  Modalku baru berumur setahun lebih,” ungkap Reynold.

Pertumbuhan bisnis Modalku dari awal hingga sekarang meningkat 7 kali lipat.  Di akhir tahun  mencapai sekitar Rp50 miliar. Modalku yang juga beroperasi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, telah mendanai pengusaha UMKM Rp400 miliar lebih. Positioning Modalku sebagai  fintech adalah terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah lebih dari 500 usaha dari tiga negara yang telah berpartisipasi. Modalku tidak hanya menyasar UKM saja, namun juga usaha mikro. Karena itu untuk mengelola micro financing, Modalku juga memiliki tim yang beranggotakan lebih dari 100 orang.

Untuk kredit macet, Modalku menyiapkan sistem tersendiri. Cara ini berhasil dilakukan Modalku dengan tingkat NPL yang rendah yaitu 0,005 dan itu hampir tidak berdampak signifikan. “Seleksinya cukup ketat, kita harus memastikan peminjam memiliki track record dan kemampuan bayar baik yang baik. Sementara itu, pemberi dana harus melalui banking transaction sehingga dari segi screening telah di KYC oleh bank dan KYC juga dilakukan oleh Modalku,” jelas Reynold.

Saat ini Modalku dalam tahap scaling up dan menyambut hangat platform lainnya karena hal ini juga untuk kemajuan negara. “Semuanya harus direncanakan, kami tidak mau asal-asalan. Peluangnya sangat besar karena banyak yang masih belum mendapatkan akses. Harapannya terhadap Pemerintah supaya mendukung, dari borrowers dan lenders, dari lenders misalnya tax incentive akan semakin encourage lenders untuk membantu UKM. Kemudian dari borrowers juga banyak sekali skema-skema yang pemerintah bisa benar-benar bantu,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Reportase: Yosa Maulana

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)