Model Aqua Membangun Leader Masa Depan

Berinisiatif untuk masa depan, menjaga hubungan dalam pekerjaan, berusaha mencapai goal, team work, dan berusaha untuk dapat mengendalikan diri adalah value yang dibawa PT Tirta Investama (Aqua Danone) dalam mengelola sumber daya manusianya. Nilai-nilai itu juga yang diimplementasikan untuk menjalankan bisnis lewat leadership yang dibentuk oleh Aqua Danone.

Terangkum dalam CODES (Create meaningfull future, Open connection inside and outside, Drive for sustainable results, Empower self & diversity team, dan Self awareness), Aqua Danone berusaha membangun bisnis melalui leader-leader yang sejalan dengan nilai perusahaan. Sebagai leader diharuskan tidak hanya menerima perintah dari atasan, namun juga memiliki inisiatif untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan untuk masa depan.

Oleh karena itu, secara reguler leader-leader dikumpulkan untuk mengetahui update bisnis dan strateginya. Nantinya mereka akan memberikan inisiatifnya demi untuk kemajuan bersama. “Intinya bukan hanya one way, tapi juga ada inisiatif dari mereka untuk kemajuan bisnis perusahaan,” ungkap VP Human Resources PT Tirta Investama (Aqua Danone), Pambudi Sunarsihanto. Baginya, kerja sama team work dan membentuk forum untuk leader saling sharing pengalaman mereka juga diperlukan untuk keterbukaan dan trasparansi dalam bekerja.

Selain itu, setiap karyawan di Aqua Danone bertanggung jawab untuk mencapai goal objective bagi masa depan menuju Danone 2030 yang harus dapat dicapai bersama. Perusahaan sengaja menciptakan team work dengan latar belakang beragam, baik dari jenis kelamin, agama, kebangsaan, pendidikan. Dengan cara itu, team yang beragam dapat mengambil keputusannya yang tepat sasaran karena dapat melihat masalah dari segala sisi.

Menurut Pambudi, menjadi leader bertugas memimpin grup atau bawahan, namun yang paling penting adalah memimpin diri sendiri. “Menjadi role model dan teladan bagi bawahannya adalah bagian dari tugas leader. Ini menjadi cara untuk mengetahui strenght dan kontribusi kita. Lewat cara ini juga kita mengetahui kelemahan dan berusaha memperbaikinya,” ungkapnya. Aqua Danone juga memberi penilaian (assesment) untuk talent-talent untuk melihat strenght mereka di bidang apa. Performance in terms of achievment dan growth agility juga menjadi dimensi yang dilihat sebagai salah satu penilaian.

Apresiasi juga diberikan, tidak hanya berupa uang namun juga dapat dalam bentuk exposure dan opportunity karir yang diinginkan. Aqua Danone juga melakukan mentoring dan mempersiapkan talent untuk next role. Development plan dilakukan dengan rotasi pekerjaan, training dan variasi oportunity termasuk proses performance review dan coaching. “Seperti halnya Bernas yang dirotasi setiap 2-3 tahun sekali menduduki jabatan baru. Ini menjadi kiat perusahaan dalam mengembangkan pegawai,” ungkapnya.

Rotasi tak hanya sebatas di Danone Aqua tapi memungkinkan ke perusahaan yang terafiliasi seperti Sari Husada dan Nutricia. Perusahaan juga memberi peluang untuk dilakukan rotasi ke luar negeri. Untuk menjadi pemimpin, perusahaan melakukan pengkajian sebanyak dua kali selama setahun. Leader yang dihasilkan di level direksi sebanyak 60-70% berasal dari internal perusahaan. Ke depan, Danone Aqua akan memperbanya talent yang di rotasi ke luar negeri untuk belajar lebih banyak.

 

Reportase: Arie Liliyah

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)