Model Pendidikan Hybrid Sebuah Solusi di Masa Pandemi

Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) mendukung rencana pemerintah untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesia dari pendidikan tatap muka menjadi pendidikan campuran atau hybrid. Ini menjawab yang disampaikan Presiden Joko Widodo yang menekankan perlunya sistem pendidikan Indonesia mengadopsi metode-metode baru dan digitalisasi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang telah mengubah tatanan sistem pendidikan di seluruh dunia.

“Akibat dari pandemi Covid-19, pendidikan online atau hybrid bukan lagi sebuah pilihan tetapi menjadi kebutuhan. Kemajuan teknologi digital memungkinkan siswa belajar apapun, kapanpun, dan darimana pun. Tantangannya adalah menemukan solusi atau teknologi yang tepat sesuai kebutuhan guru dan siswa,” ujar Wahyu Adi, Country Business Leader Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia dalam sebuah webinar tentang model pendidikan hybrid belum lama ini.

Dalam kesempatan yang sama, Brando Lubis, Country Business Development Manager AMD mengatakan bahwa saat ini teknologi digital menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran siswa. Ia melanjutkan dalam satu tahun terakhir, mereka belajar dari rumah menggunakan berbagai media seperti TV, smartphone, laptop, dan lain-lain.

“Teknologi yang tepat dibarengi dengan panduan dan aplikasi yang tepat bisa membuat siswa menjadi lebih kreatif dan memungkinkan mereka menemukan hal-hal baru. Inilah yang menjadi bahasan kita di acara EduDay hari ini dan kami berharap hasil diskusi ini bisa menjadi masukan untuk pemerintah,” ujarnya sambil menyebut bahwa AMD memiliki pengalaman luas dalam membantu transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Teknologi berperan penting sebagai medium yang mendukung kurikulum sekolah dan mendorong kreativitas dan pengetahuan siswa. Statistik Pendidikan 2020 yang dirilis BPS menunjukkan dalam empat tahun terakhir penggunaan Internet di kalangan siswa meningkat 25 persen. Di tingkat SD, dalam dua tahun terakhir penggunaan Internet naik 20 persen, terutama karena pandemi2. Internet bisa menyediakan teknologi pendidikan yang mendukung upaya pembelajaran siswa dan guru, serta aplikasi administratif untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pendidikan. Terkait hal ini, infrastruktur digital menjadi bagian penting bagi keberhasilan pengimplementasian sistem pendidikan hybrid.

Selain itu implementasi sistem pendidikan hybrid juga untuk memastikan kesehatan guru, siswa dan keluarga mereka di masa pandemi yang belum tahu kapan beralhirnya. Dengan pengetatan prokes, penggunaan teknologi yang menunjang pendidikan meningkat 25 persen semenjak krisis kesehatan. Teknologi untuk mendukung proses pendidikan hybrid membutuhkan platform intuitif, terintegrasi dan aman yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing guru.

Teknologi tersebut harus memiliki tools keamanan yang bisa sesuai dengan aplikasi konferensi, mudah terintegrasi dengan Learning Management System, memberikan pendidikan yang seimbang, dan bisa digunakan untuk tools kolaborasi real-time dan aman, misalnya grup belajar yang diawasi guru, whiteboard virtual, audio, video, dan kemampuan pesan instan, serta saling berbagai file dan layar. Rainbow Classroom memungkinkan guru menerapkan gaya mengajar mereka untuk memenuhi kebutuhan siswa melalui pemanfaatan lingkungan pendidikan virtual menyeluruh.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)